Kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pendampiangan edukasi terkait budaya maritim dan identitas bahasa sangat penting karena komunitas yang jumlahnya sedikit akan mengikuti budaya dan norma sosial kelompok masyarakat yang dominan. Kesenjangan dalam penggunaan bahasa dan pelestarian budaya mengakibatkan generasi Z tidak mengenal budaya maritim dengan baik. Kontribusi kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berdampak pada generasi Z yang mulai memahami budaya dan mencintai kosakata bahasa suku Laut dengan mengeksposnya di media online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan mendokumentasikan budaya maritim suku Laut di Pulau Lingga pada masa mereka menetap di darat; mendeskripsikan dan mendokumentasikan identitas budaya yang mencakupi pemertahanan bahasa Ibu Suku Laut; dan mengingatkan, menginformasikan, dan mengedukasi generasi Z tentang pentingnya mempertahankan budaya melaut dan identitas budaya sebagai jati diri yang harus diakui oleh negara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah: observasi, wawancara, perekaman, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif. Temuan penelitian ini adalah: Pertama, Generasi Z dan generasi dewasa mulai memahami pentingnya mempertahankan budaya maritim dan identitas bahasa suku Laut. Kedua, Generasi Z meyakini bahwa menggunakan bahasa suku Laut adalah sebuah kebanggaan dan harus dilestarikan agar tidak punah. Mereka mulai menggunakan bahasa suku Laut saat berkumpul dengan sesama anak suku Laut terutama teman yang berasal dari sekolah yang sama. Ketiga, tim dan mitra mengajarkan cara mengaktifkan aplikasi Tik Tok, cara membuat vido, cara mengedit, cara membuat sound tract lagu pada vidio, dan memberikan beberapa ide terkait budaya maritim suku Laut yang bisa dijadikan konten untuk ke depannya.
Copyrights © 2026