Perencanaan pengembangan perkebunan daerah memerlukan pemeringkatan komoditas yang transparan karena perbedaan luas tanam, produksi, dan produktivitas dapat menghasilkan prioritas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas komoditas perkebunan rakyat di Kalimantan Timur sekaligus menguji kestabilan ranking terhadap perubahan bobot. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis keputusan multikriteria terhadap data sekunder Portal Satu Data Kalimantan Timur tahun 2025. Dari populasi komoditas perkebunan kecil/rakyat, 14 komoditas dengan data lengkap dipilih sebagai unit analisis. Tiga kriteria benefit, yaitu luas tanam, jumlah produksi, dan produktivitas, dianalisis menggunakan Simple Additive Weighting (SAW) dengan bobot 0,30; 0,40; dan 0,30. Stabilitas ranking diuji melalui lima skenario bobot dan korelasi peringkat Spearman. Hasil menunjukkan Kelapa Sawit berada pada peringkat pertama (1,000000), diikuti Karet (0,169404) dan Kelapa Dalam (0,044822). Kelapa Sawit dan Karet tetap pada dua posisi teratas pada seluruh skenario, sedangkan korelasi ranking antarskenario berkisar 0,942857-1,000000. Temuan ini menunjukkan bahwa SAW memberikan pemeringkatan yang transparan dan relatif stabil untuk identifikasi prioritas utama, tetapi beberapa komoditas menengah tetap sensitif terhadap perubahan bobot. Penggunaannya tetap perlu dilengkapi indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan sebelum dijadikan dasar kebijakan.
Copyrights © 2026