Matematika berperan penting dalam mengembangkan kemampuan bernalar logis, terstruktur, dan analitis, namun anggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit masih melekat di kalangan peserta didik akibat pembelajaran yang cenderung berfokus pada perhitungan dan simbol tanpa pengalaman belajar yang bermakna, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan aktif siswa, khususnya pada materi eksponen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) guna menunjang proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru matematika dan 28 peserta didik kelas X di salah satu SMK swasta di Kota Metro, di mana 6 siswa dipilih sebagai informan wawancara melalui teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru. Data dikumpulkan melalui dokumentasi hasil belajar serta wawancara terhadap guru dan siswa, kemudian dianalisis dan dikategorikan berdasarkan lima aspek: metode, kesulitan, media, bahan ajar, dan materi, dengan triangulasi sumber antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,2% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), dengan bahan ajar yang tersedia saat ini dinilai belum memadai dalam mendukung pemahaman konsep. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan bahan ajar matematika berbasis PBL yang lebih interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep serta keterlibatan aktif peserta didik.
Copyrights © 2026