Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan penalaran matematika murid pada materi pecahan. Kesulitan tersebut berkaitan dengan karakteristik materi pecahan yang menuntut murid menghubungkan simbol, representasi visual, kuantitas, dan konteks permasalahan. Pembelajaran sebelumnya belum memberikan kesempatan yang cukup kepada murid untuk memahami hubungan tersebut, menjelaskan alasan, dan menyampaikan proses berpikir. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan penalaran matematika melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan flash card KARTANUSA pada materi pecahan kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan penalaran matematika, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif melalui nilai rata-rata, persentase ketuntasan, dan perkembangan skor, serta secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 68,35 pada pra-siklus menjadi 78,75 pada Siklus I dan 86,57 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 39,29% menjadi 67,86% dan 85,71%. Aktivitas murid meningkat dari 70% pada Siklus I menjadi 95% pada Siklus II. Keterlaksanaan sintaks TGT mencapai 100% pada kedua siklus, sedangkan penggunaan flash card KARTANUSA meningkat dari 71% menjadi 96,88%. Perbaikan aturan permainan dan pemerataan kesempatan berpartisipasi mendorong murid untuk membaca informasi, berdiskusi, menentukan jawaban, dan memberikan alasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan TGT berbantuan flash card KARTANUSA dapat meningkatkan capaian pembelajaran pecahan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi berkembangnya penalaran matematika murid.
Copyrights © 2026