Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai pentingnya kolaborasi lintas jurusan dalam menciptakan gagasan produk unggulan yang relevan dengan industri, tanpa menuntut pembuatan produk fisik secara langsung. Metode yang diterapkan adalah Pendidikan Masyarakat melalui sosialisasi interaktif, diskusi studi kasus pembagian peran berbasis kompetensi prodi, serta evaluasi kegiatan menggunakan tes awal dan tes akhir untuk mengetahui seberapa besar perubahan yang dialami oleh pesertaa. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai program studi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Pada tahap tes awal, mayoritas peserta (60%) berada pada kategori "Kurang Memahami". Sesudah pelaksanaan kegiatan PKM, dilakukan tes akhir dan mendapat hasil yang lebih baik pada kategori "Sangat Memahami" sebesar +55%, yaitu meningkat dari semula 10% menjadi 65%. Kesimpulannya, dari kegiatan PKM ini sangat efektif dalam membangun kesadaran kolaboratif antar program studi. Fondasi pemahaman tentang kolaborasi program studi yang matang ini menjadi modal awal bagi institusi untuk merancang inovasi produk unggulan yang siap diserap pasar industri di masa depan. This Community Service (PkM) activity aims to broaden the horizons of students and lecturers regarding the importance of cross-departmental collaboration in creating superior product ideas relevant to the industry, without requiring the immediate development of physical products. The method applied is Community Education through interactive socialization, case study discussions on role distribution based on study program competencies, and activity evaluation using pre-tests and post-tests to determine the extent of change experienced by participants. The activity was attended by 40 participants from various study programs. The evaluation results indicate a positive improvement compared to the baseline. In the pre-test phase, the majority of participants (60%) were in the "Low Understanding" category. Following the PkM activity, a post-test was conducted, yielding significantly better results where the "High Understanding" category increased by +55%, rising from the initial 10% to 65%. In conclusion, this PkM activity was highly effective in building collaborative awareness among study programs. This mature foundation of understanding regarding cross-program collaboration serves as an initial asset for the institution to design superior product innovations that are ready to be absorbed by the industrial market in the future.
Copyrights © 2026