Aksesibilitas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Perbedaan kondisi geografis, jarak tempuh, ketersediaan fasilitas, jumlah penduduk, dan kondisi jaringan jalan dapat menyebabkan tingkat aksesibilitas antarwilayah berbeda. Kondisi tersebut juga ditemukan di Kampung Mesjid, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang memiliki beberapa desa dengan jarak dan kondisi akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas layanan kesehatan dan pendidikan pada setiap desa serta mengimplementasikan hasil analisis ke dalam Sistem Informasi Geografis berbasis web (WebGIS). Metode yang digunakan adalah metode skoring dengan mempertimbangkan beberapa indikator, yaitu jarak menuju fasilitas SD, SMP, SMA, Puskesmas, dan klinik, jumlah penduduk, serta kondisi jalan. Dalam pemberian skor jarak, semakin jauh jarak menuju fasilitas maka semakin tinggi skor yang diperoleh, yang menunjukkan tingkat aksesibilitas semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat aksesibilitas antar desa. Sunge Apung memperoleh total skor tertinggi sebesar 25 sehingga menjadi prioritas pertama, diikuti Teluk Binjai dengan total skor 22 sebagai prioritas kedua dan Tanjung Mangedar dengan total skor 13 sebagai prioritas ketiga. WebGIS yang dibangun mampu mengintegrasikan data desa, fasilitas, jarak, hasil skoring, dan informasi spasial ke dalam satu sistem sehingga hasil analisis dapat disajikan melalui tabel dan peta secara lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Copyrights © 2026