Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan membaca dan motivasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II SD No. 2 Tuban. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain posttest only control group. Sampel terdiri dari 40 siswa (kelompok eksperimen n = 20, kelompok kontrol n = 20). Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan membaca (tes objektif) dan kuesioner motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang diterapkan model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal memiliki skor kemampuan membaca rata-rata post-test lebih tinggi (M = 80,25, SD = 7,98) dibandingkan kelompok kontrol (M = 71,55, SD = 9.75), nilai t hitung sebesar 10,88, p < 0,002. Motivasi belajar juga lebih tinggi pada kelompok eksperimen (M = 84,45, SD = 8,50) dibandingkan kontrol (M = 75,95, SD = 9,19), nilai t hitung sebesar 9,21, p < 0.004. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual yang mengangkat kearifan lokal efektif meningkatkan kemampuan membaca dan motivasi belajar siswa kelas II. Implikasi praktis dan rekomendasi untuk pengembangan materi serta pelatihan guru disajikan.
Copyrights © 2026