Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kepemimpinan situasional guru PJOK dalam pembelajaran berisiko cedera pada fase C di SDN 3 Sukanagara. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, melibatkan kepala sekolah, guru PJOK, dan pengawas sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan empat gaya kepemimpinan: mengarahkan, konsultatif, partisipatif, dan mendelegasikan, dengan gaya mengarahkan dan konsultatif paling dominan. Respons siswa menunjukkan peningkatan rasa aman, keberanian, dan keaktifan, meskipun kemandirian masih perlu dikembangkan. Faktor pendukung meliputi kompetensi profesional guru, pengalaman mengajar, komunikasi efektif, serta dukungan sarana prasarana. Faktor penghambat meliputi jumlah siswa yang terlalu banyak, perbedaan kemampuan ekstrem, keterbatasan waktu, dan rendahnya kesadaran keselamatan siswa.
Copyrights © 2026