Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk mengembangkan paradigma pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern. Namun, pendidikan Islam masih menghadapi persoalan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang berdampak pada berkurangnya pengembangan keilmuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan, implementasi, dan tantangan integrasi Islam dan sains di perguruan tinggi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library study ). Data diperoleh dari jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam dan sains berkembang pesat sejak transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Berbagai model integrasi keilmuan dikembangkan, seperti integrasi-interkoneksi, pohon ilmu, reintegrasi ilmu, dan menara kembar terintegrasi . Implementasinya dilakukan melalui kurikulum, pembelajaran, penelitian multidisipliner, dan budaya akademik kampus. Meskipun demikian, integrasi masih menghadapi tantangan berupa kuatnya paradigma dikotomi ilmu, keterbatasan sumber daya manusia, perbedaan model integrasi antar perguruan tinggi, serta perkembangan teknologi digital yang cepat. Integrasi Islam dan sains menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang relevan dan menghasilkan lulusan yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual.
Copyrights © 2026