ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 9 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, September 2026

Peran Kuliner Tradisional Klepon Wahyu sebagai Bentuk Kearifan Lokal dan Identitas Budaya Masyarakat Gempol Kabupaten Pasuruan

Mahrus Maulidin (Program Studi S1 Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
Katon Galih Setyawan (Program Studi S1 Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
Niswatin (Program Studi S1 Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
Sugiantoro (Program Studi S1 Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

Kuliner tradisional tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga merepresentasikan pengetahuan, nilai sosial, dan identitas budaya yang diwariskan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kearifan lokal dalam kuliner Klepon Wahyu, menganalisis perannya dalam pembentukan identitas budaya masyarakat Gempol Kabupaten Pasuruan, serta menjelaskan relevansinya sebagai sumber belajar IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas lima penjual/pembuat klepon dan tiga masyarakat lokal. Analisis data menggunakan prinsip fenomenologi dan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tercermin dalam pewarisan pengetahuan, keterampilan, bahan, teknik, cita rasa, serta fungsi ekonomi dan sosial klepon. Klepon Wahyu juga berperan dalam pembentukan identitas budaya melalui pengakuan sosial, memori kolektif, kebersamaan, dan kebanggaan daerah. Temuan ini menegaskan bahwa Klepon Wahyu merupakan warisan budaya yang relevan sebagai sumber belajar IPS kontekstual.

Copyrights © 2026