Inflamasi merupakan respon fisiologis tubuh terhadap cedera atau infeksi yang memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktifkan aktivitas antiinflamasi in vitro fraksi metanol kulit batang kaledang (Artocarpus lanceifolius Roxb.). Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah (Human Red Blood Cell / HRBC). Fraksi metanol diuji pada konsentrasi 2, 4, 8, 16, dan 32 µg/mL dengan natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Aktivitas antiinflamasi ditentukan berdasarkan persentase inhibisi hemolisis dan nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol mampu menghambat hemolisis secara bergantung konsentrasi dengan persentase inhibisi berkisar antara 15,28% hingga 35,95%. Nilai IC₅₀ fraksi metanol kulit batang kaledang diperoleh sebesar 51,11 µg/mL, sedangkan natrium diklofenak menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 21,69 µg/mL. Berdasarkan klasifikasi aktivitas, fraksi metanol termasuk dalam kategori aktivitas antiinflamasi kuat. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan terpenoid. Dengan demikian, fraksi metanol kulit batang kaledang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan alam antiinflamasi
Copyrights © 2026