Sampah plastik polypropylene (PP) sulit terurai sehingga diperlukan teknologi pengolahan yang dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan produk bernilai guna. Penelitian ini menganalisis pengaruh temperatur 150°C, 200°C, dan 250°C terhadap distribusi produk pirolisis PP berupa minyak dan char pada waktu proses 120 menit. Bahan baku berupa karung PP dengan massa awal 550 g diproses menggunakan reaktor pirolisis tanpa penambahan katalis, kemudian massa minyak dan char ditimbang untuk menghitung yield. Hasil pengujian menunjukkan bahwa yield minyak menurun dari 12,00% pada 150°C menjadi 7,27% pada 200°C dan 3,82% pada 250°C, sedangkan yield char meningkat dari 64,55% menjadi 66,73% dan 86,73%. Pada kondisi eksperimen yang diuji, 150°C menghasilkan yield minyak tertinggi dalam rentang temperatur penelitian, sedangkan 250°C menghasilkan yield char tertinggi. Neraca massa menunjukkan adanya fraksi yang tidak tertampung masing-masing 129 g, 143 g, dan 52 g; fraksi tersebut tidak dapat diidentifikasi secara spesifik dari data yang tersedia dan tidak diperlakukan sebagai produk tertentu. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dalam rentang yang diuji tidak otomatis meningkatkan fraksi cair dan bahwa interpretasi hasil perlu mempertimbangkan distribusi panas serta keterbatasan pengukuran produk gas.
Copyrights © 2026