Self-efficacy dalam menghadapi persalinan merupakan salah satu faktor psikologis penting yang memengaruhi kemampuan ibu hamil mengatasi rasa cemas dan nyeri selama proses persalinan, namun capaiannya masih rendah pada banyak ibu hamil di Indonesia akibat terbatasnya akses terhadap edukasi antenatal yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital prenatal education melalui WhatsApp terhadap self-efficacy ibu hamil dalam persiapan persalinan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa edukasi prenatal digital terjadwal melalui grup WhatsApp selama empat minggu, meliputi materi teks, infografis, video singkat, dan sesi tanya jawab dengan bidan. Self-efficacy diukur menggunakan kuesioner adaptasi Childbirth Self-Efficacy Inventory (CBSEI) sebelum dan sesudah intervensi, dan dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor self-efficacy meningkat dari 52,3 (SD 8,7) pada saat pretest menjadi 66,8 (SD 7,2) pada saat posttest, dengan selisih rerata 14,5 poin (t = 12,87; p = 0,000). Proporsi ibu hamil dengan self-efficacy kategori tinggi meningkat dari 18% menjadi 56% setelah intervensi. Disimpulkan bahwa digital prenatal education melalui WhatsApp berpengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy ibu hamil dalam persiapan persalinan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai media edukasi antenatal tambahan yang mudah diakses dan berbiaya rendah di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026