Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aplikasi Mobile JKN dalam meningkatkan efisiensi pelayanan pasien BPJS rawat jalan di RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan prinsip saturasi data, informan dipilih secara purposive, yang meliputi empat pasien pengguna aktif, satu petugas keamanan, dan satu petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Mobile JKN secara signifikan memangkas waktu tunggu pada tahap administrasi awal, di mana pasien dapat mengambil nomor antrean dari rumah tanpa harus mengantre secara fisik di loket sejak dini hari. Kendati demikian, efisiensi ini terbukti masih bersifat parsial karena belum menyentuh pemangkasan waktu tunggu pada aspek pemeriksaan klinis di poliklinik. Selain itu, ditemukan sejumlah kendala operasional yang menghambat kelancaran sistem, meliputi kebingungan pengguna akibat fitur auto debit, instabilitas infrastruktur jaringan (gangguan server dan keterbatasan kuota harian), serta rendahnya literasi digital pada kelompok lansia. Dapat disimpulkan bahwa Mobile JKN sangat efektif sebagai instrumen efisiensi administrasi pendaftaran, namun optimalisasinya secara menyeluruh mutlak membutuhkan penyempurnaan integrasi sistem informasi (bridging) dan pendampingan proaktif dari petugas bagi pengguna.
Copyrights © 2026