Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan pendaftaran rawat jalan, namun pemanfaatannya di Rumah Sakit AMC Cileunyi belum optimal. Meskipun demikian, implementasinya masih memerlukan pendampingan petugas, terutama bagi pasien yang mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem. Kurangnya pemahaman pasien terhadap alur sistem, kesalahan penginputan data, serta tingginya ketergantungan terhadap bantuan petugas Penelitian ini bertujuan menganalisis peran petugas rekam medis dalam optimalisasi penggunaan APM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap satu Kepala Instalasi Rekam Medis, tiga petugas rekam medis, dan dua pasien yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas rekam medis berperan dalam memberikan informasi, edukasi, pendampingan, dan bantuan teknis kepada pasien. Kendala utama meliputi rendahnya literasi digital pasien, gangguan jaringan, dan proses bridging BPJS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan APM memerlukan keseimbangan antara pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi petugas rekam medis, dan kesiapan pasien dalam memanfaatkan pelayanan digital. Penyediaan perangkat APM saja belum cukup apabila belum disertai dengan edukasi yang berkelanjutan, penyederhanaan alur penggunaan, evaluasi sistem secara berkala, serta perbaikan infrastruktur pendukung
Copyrights © 2026