Becker Muscular Dystrophy (BMD) merupakan distrofinopati terkait kromosom X yang menyebabkan kelemahan otot progresif dan dapat mengganggu mobilitas, keseimbangan, serta aktivitas fungsional. Karya ilmiah ini bertujuan mendeskripsikan hasil penatalaksanaan fisioterapi menggunakan TENS dan terapi latihan pada seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dengan BMD di RSUD Bandung Kiwari. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan enam sesi fisioterapi pada 14 Maret–25 April 2026. Luaran yang dinilai meliputi nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS), kekuatan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), lingkup gerak sendi (LGS) dengan goniometer, dan kemampuan ambulasi dengan North Star Ambulatory Assessment (NSAA). Intervensi terdiri atas TENS pada gastrocnemius sinistra selama 10 menit dan latihan terapeutik yang meliputi calf raise, squat ringan, kneeling, lunge, latihan gerak hip dengan bola, serta treadmill 5 menit sesuai toleransi. Nyeri diam tetap 0; nyeri tekan menurun dari 3 menjadi 1; dan nyeri gerak menurun dari 4 menjadi 1. Kekuatan otot meningkat pada sebagian besar gerakan, sedangkan LGS dapat dipertahankan. Skor NSAA meningkat dari 15/34 menjadi 31/34. Temuan ini menunjukkan adanya perbaikan klinis selama program terapi. Namun, karena desain studi kasus tidak memiliki kelompok kontrol dan TENS diberikan bersamaan dengan terapi latihan, perubahan tidak dapat diatribusikan secara kausal kepada satu modalitas tertentu. Program fisioterapi pada BMD perlu dilakukan secara individual, progresif, terukur, dan menghindari kelelahan berlebihan
Copyrights © 2026