Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis tubuh, termasuk proses hemostasis dan pembekuan darah. Gangguan status gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme, fungsi organ, serta kondisi kesehatan yang berpotensi memengaruhi sistem pembekuan darah. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan pembekuan darah pada pasien rawat jalan di Puskesmas. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan gangguan pembekuan darah dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan skrining koagulasi, yaitu prothrombin time/international normalized ratio (PT/INR) dan activated partial thromboplastin time (aPTT). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan data simulasi, sebanyak 57 responden memiliki status gizi normal, sedangkan 43 responden memiliki status gizi tidak normal. Gangguan hasil skrining pembekuan darah ditemukan pada 29 responden. Hasil: analisis menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan hasil skrining pembekuan darah (p=0,018). Responden dengan status gizi tidak normal memiliki proporsi hasil skrining pembekuan darah abnormal yang lebih tinggi dibandingkan responden dengan status gizi normal. Status gizi perlu diperhatikan dalam pelayanan rawat jalan sebagai salah satu bagian dari penilaian kondisi kesehatan pasien. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan koagulasi abnormal tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal dan memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut.
Copyrights © 2026