Latar Belakang: Rokok konvensional dan rokok elektrik merupakan produk yang mengandung nikotin dan dapat menimbulkan ketergantungan. Perkembangan penggunaan rokok elektrik di kalangan usia muda menimbulkan tantangan baru dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau. Pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya kedua jenis rokok tersebut penting karena dapat memengaruhi persepsi dan pengambilan keputusan terkait perilaku merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain comparative cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi pada Juli–Agustus 2026 dengan jumlah sampel 110 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang mencakup kandungan, efek kesehatan, ketergantungan, dan dampak jangka panjang rokok konvensional serta rokok elektrik. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji McNemar untuk membandingkan proporsi pengetahuan baik pada kedua jenis produk. Hasil: Berdasarkan data, pengetahuan baik mengenai bahaya rokok konvensional dimiliki oleh 78 mahasiswa (70,9%), sedangkan pengetahuan baik mengenai bahaya rokok elektrik dimiliki oleh 61 mahasiswa (55,5%). Hasil uji McNemar menunjukkan terdapat perbedaan proporsi tingkat pengetahuan yang bermakna antara bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik (p=0,006). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya rokok konvensional dalam data simulasi lebih tinggi dibandingkan pengetahuan mengenai bahaya rokok elektrik. Edukasi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi perlu memberikan informasi yang seimbang mengenai kedua jenis produk, termasuk kandungan nikotin, risiko ketergantungan, dan dampak kesehatan rokok elektrik.
Copyrights © 2026