Tri Wahyuni
ITEKES Muhammadiyah West Kalimantan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Self Care Empowerment: Pendampingan Keperawatan Bagi Pasien Penyakit Kronis Dalam Meningkatkan Kemandirian Perawatan Di Rumah Tri Wahyuni; Rosida Rosida
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1448

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi, seperti penyakit kardiovaskular, nefropati, retinopati, dan neuropati. Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan pasien dalam melakukan self care secara mandiri di rumah. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mengelola penyakit sering kali menyebabkan pengendalian kadar glukosa darah yang kurang optimal serta meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan berbasis pemberdayaan (self care empowerment) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada komunitas masyarakat dengan sasaran pasien diabetes melitus. Intervensi dilakukan melalui pelatihan self care, penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik perawatan mandiri, diskusi interaktif, serta pendampingan keperawatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta serta observasi terhadap kemampuan peserta dalam menerapkan perilaku self care. Hasil: Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti secara aktif oleh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan diabetes melitus, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, perawatan kaki diabetik, pemantauan kadar glukosa darah, serta pencegahan komplikasi. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri dalam melakukan perawatan mandiri di rumah serta lebih memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung pengelolaan penyakit. Kesimpulan: Program Self Care Empowerment melalui pendampingan keperawatan efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pasien diabetes melitus dalam melakukan perawatan di rumah. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien serta menurunkan risiko komplikasi melalui penerapan perilaku self care yang berkelanjutan.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Bahaya Rokok Konvensional Dan Rokok Elektrik Pada Mahasiswa: Comparison of the Level of Knowledge of the Dangers of Conventional Cigarettes and Electric Cigarettes among Students Tri Wahyuni; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1765

Abstract

Latar Belakang: Rokok konvensional dan rokok elektrik merupakan produk yang mengandung nikotin dan dapat menimbulkan ketergantungan. Perkembangan penggunaan rokok elektrik di kalangan usia muda menimbulkan tantangan baru dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau. Pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya kedua jenis rokok tersebut penting karena dapat memengaruhi persepsi dan pengambilan keputusan terkait perilaku merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain comparative cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi pada Juli–Agustus 2026 dengan jumlah sampel 110 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang mencakup kandungan, efek kesehatan, ketergantungan, dan dampak jangka panjang rokok konvensional serta rokok elektrik. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji McNemar untuk membandingkan proporsi pengetahuan baik pada kedua jenis produk. Hasil: Berdasarkan data, pengetahuan baik mengenai bahaya rokok konvensional dimiliki oleh 78 mahasiswa (70,9%), sedangkan pengetahuan baik mengenai bahaya rokok elektrik dimiliki oleh 61 mahasiswa (55,5%). Hasil uji McNemar menunjukkan terdapat perbedaan proporsi tingkat pengetahuan yang bermakna antara bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik (p=0,006). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai bahaya rokok konvensional dalam data simulasi lebih tinggi dibandingkan pengetahuan mengenai bahaya rokok elektrik. Edukasi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi perlu memberikan informasi yang seimbang mengenai kedua jenis produk, termasuk kandungan nikotin, risiko ketergantungan, dan dampak kesehatan rokok elektrik.