Manajemen risiko penting untuk melindungi tenaga kesehatan dari berbagai potensi bahaya di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko berdasarkan enam potensi bahaya, yaitu fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial, dan keselamatan. Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory, melibatkan 87 responden dan 10 informan pada delapan instalasi pelayanan penunjang. Data kuantitatif dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-Square, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 45 responden (51,7%) menilai penerapan manajemen risiko dalam kategori kurang dan 42 responden (48,3%) dalam kategori baik. Bahaya fisik berhubungan signifikan dengan penerapan manajemen risiko (p=0,008), demikian pula bahaya ergonomi (p=0,011) dan psikososial (p=0,039). Bahaya kimia, biologi, dan keselamatan juga ditemukan dengan pengendalian yang belum optimal. Secara kualitatif, rumah sakit telah memiliki kebijakan, SPO, identifikasi dan grading risiko, tetapi pelaksanaan, monitoring, evaluasi, ketersediaan SDM, kepatuhan SOP/APD, pemeliharaan fasilitas, dan tindak lanjut masih belum konsisten. Penguatan pengendalian enam potensi bahaya, penanggung jawab K3RS yang jelas, pelatihan berkala, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keselamatan tenaga kerja.
Copyrights © 2026