Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Capaian Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan Grace Wieke Hitijahubessy Hitijahubessy; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah; Rahmawati Azis
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1559

Abstract

Tuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Capaian Case Detection Rate (CDR) TB di Kabupaten Pegunungan Bintang menunjukkan tren fluktuatif dan konsisten di bawah target nasional 70 persen, yakni 36,6 persen (2021), 24,4 persen (2022), 49,2 persen (2023), 34,3 persen (2024), dan 33,7 persen (2025), akibat kondisi geografis ekstrem dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi penemuan kasus, ketersediaan SDM kesehatan, sistem pencatatan dan pelaporan, ketersediaan alat diagnostik, dan akses diagnosis ke rumah sakit terhadap capaian CDR TB, serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori dan desain cross-sectional ini melibatkan seluruh 35 puskesmas sebagai sampel melalui total sampling, dengan 70 responden terdiri atas kepala puskesmas dan pemegang program TB; data dikumpulkan secara hybrid (daring-luring) dan dianalisis univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher's Exact Test), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan kelima variabel berhubungan signifikan dengan CDR TB (p=0,001; 0,002; 0,004; 0,001; 0,000), namun analisis multivariat mengalami kegagalan konvergensi sehingga faktor dominan belum dapat ditentukan secara valid. Kelima faktor tersebut konsisten berkontribusi terhadap rendahnya penemuan kasus TB di wilayah dengan tantangan geografis ekstrem. Penguatan strategi penemuan aktif, SDM, sistem pencatatan, sarana diagnostik, dan akses rujukan diperlukan secara simultan untuk meningkatkan CDR TB, disertai kajian lanjutan dengan model analisis yang lebih stabil.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kunjung Kembali Pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai Puji Rahayu; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1560

Abstract

Keputusan pasien untuk kembali menggunakan pelayanan puskesmas tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan pengobatan, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan selama menerima pelayanan. Pelayanan yang aman, ramah, cepat, nyaman, dan tepat dapat menumbuhkan kepercayaan serta mendorong pasien untuk kembali memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi jaminan (assurance), empati (empathy), daya tanggap (responsiveness), penampilan fisik (tangible), dan keandalan (reliability) terhadap minat kunjung kembali pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik. Populasi penelitian berjumlah 679 pasien, sedangkan sampel sebanyak 87 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan multivariat menggunakan regresi linear berganda, uji t parsial, serta uji F simultan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden, yaitu 87 orang (100%), menyatakan bersedia melakukan kunjungan kembali. Secara parsial, jaminan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali (t=4,382; p=0,003), empati (t=5,901; p=0,000), daya tanggap (t=3,270; p=0,008), penampilan fisik (t=2,112; p=0,003), dan keandalan (t=2,469; p=0,001). Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan juga berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali pasien (F=9,906; p=0,007). Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam membentuk minat pasien untuk kembali menggunakan pelayanan di Puskesmas Borong Kompleks. Peningkatan kompetensi petugas, kepedulian, kecepatan pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta ketepatan pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kepercayaan pasien.
Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbasis Pangan Lokal Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Meningkatkan Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Upt : The Effectiveness of Education on Local Food-Based Supplementary Feeding (PMT) in Improving Knowledge and Attitudes Regarding Nutritional Status Enhancement Among Under-Fives with Undernutrition in the Working Area of ​​UPT Puskesmas Usa Arnida Arnida; Siti Nurfaizah; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1583

Abstract

Masalah Gizi Kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai negara. Kekurangan gizi merupakan kondisi ketidak seimbangan asupan energi. Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi, secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi, ketersediaan pangan, pengetahuan gizi, sosial ekonomi, budaya dan politik. Tujuan Penelitian Menganalisis Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan status gizi kurang di UPT Puskesmas Usa Tahun 2026. Desain penelitian ini adalah Quassy experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design Populasi adalah seluruh balita gizi kurang di wilayah kerja UPT Puskesmas Usa dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebesar 30 balita yang terdiri atas 15 kelompok kasus dan 15 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed rank dan Mann Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita gizi kurang (p-value = 0,046 < 0,05), dari aspek sikap menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap sikap ibu balita gizi kurang (p-value = 0,083 > 0,05), terdapat perbedaan signifikan berat badan balita gizi kurang sebelum dan setelah pemberian PMT berbasis pangan lokal p-value = 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi pada kelompok kasus yang diberikan penyuluhan dan PMT, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya diberikan PMT saja  (p-value = 0,007).
Analisis Mutu Pelayanan Provider Kesehatan Terhadap Pasien BPJS Dan Non BPJS Di Puskesmas Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat: Analysis of Healthcare Service Quality for BPJS and Non-BPJS Patients at Waimital Community Health Center, West Seram Regency Sataria Soumena; Jalil Genisa; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1589

Abstract

Pendahuluan: mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan, baik pasien BPJS maupun non-BPJS. Perbedaan sistem pembiayaan sering kali menimbulkan persepsi adanya perbedaan mutu pelayanan yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu provider kesehatan terhadap jenis kepesertaan pasien BPJS dan non-BPJS di Puskesmas Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS dan non-BPJS yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Waimital. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur lima dimensi mutu pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar   responden menilai mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital berada pada kategori baik. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mutu pelayanan yang diterima pasien BPJS dan non-BPJS berdasarkan seluruh dimensi mutu pelayanan (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan telah diberikan secara adil dan merata tanpa membedakan jenis kepesertaan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital tergolong baik dan tidak dipengaruhi oleh status kepesertaan pasien BPJS maupun non-BPJS.
Analisis Pengaruh Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Gratis Terhadap Minat Kunjungan Masyarakat Di UPTD Puskesmas Weda: Analysis of the Influence of Free Health Service Program Utilization on Public Interest in Visiting the Weda Community Health Center (UPTD Puskesmas Weda) Anjuliani Anjuliani; Diana Mirja Togubu; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1618

Abstract

Program pelayanan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat membentuk minat masyarakat untuk melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Variabel independen meliputi faktor aksesibilitas, administratif, budaya, dan persepsi, sedangkan variabel dependen adalah minat kunjungan masyarakat. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor budaya merupakan satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan masyarakat (B=3,578; Wald=18,506; p=0,000; Exp(B)=35,790). Responden dengan faktor budaya yang mendukung memiliki odds 35,790 kali lebih besar untuk mempunyai minat kunjungan tinggi dibandingkan responden dengan budaya kurang mendukung setelah variabel lain dikontrol. Sementara itu, faktor aksesibilitas (p=0,196; Exp(B)=3,465), administratif (p=0,785; Exp(B)=1,336), dan persepsi (p=0,070; Exp(B)=4,589) tidak menunjukkan pengaruh independen yang signifikan. Disimpulkan bahwa faktor budaya merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Puskesmas disarankan mengembangkan pendekatan pelayanan berbasis sosial-budaya melalui pelibatan keluarga, kader, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam sosialisasi serta penguatan penerimaan masyarakat terhadap program pelayanan kesehatan gratis.