Children with intellectual disabilities experience limitations in intellectual functioning and adaptive behaviour that may restrict their access to education, skills development, and social participation. Accordingly, concrete, sequential training supported by an inclusive environment is needed to foster their potential. This community service program aimed to implement adaptive batik-making training for children with intellectual disabilities as a means of developing skills, self-confidence, independence, and social participation. The program was conducted with the Mozaik Terindah community in a public venue in West Jakarta and involved 15 participants and their parents or guardians. The training covered canting and colouring activities. The process was adapted by providing instructor-prepared sketches, assistance throughout the activity, and drying completed by the organising team. Parents or guardians simultaneously attended a psychosocial mini-seminar. Evaluation was conducted descriptively through observation of skills, self-confidence, independence, and social participation, complemented by a questionnaire for parents or guardians. The participants' overall mean score was 2.58, classified as fair. Self-confidence received the highest score at 3.27, classified as good; independence scored 2.50; and skills and social participation each scored 2.27. Parents' or guardians' responses were positive, with a mean score of 3.44, classified as good. Adaptive batik-making training has potential as an empowerment activity that supports creative expression and social engagement. Future programs should be sustained over a longer duration and provide assistance tailored to participants' needs. ABSTRAK Anak penyandang disabilitas intelektual menghadapi hambatan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif yang dapat membatasi akses terhadap pendidikan, pengembangan keterampilan, dan partisipasi sosial. Karena itu, pelatihan yang konkret, bertahap, dan didukung lingkungan inklusif diperlukan untuk mengembangkan potensinya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melaksanakan pelatihan membatik adaptif bagi anak penyandang disabilitas intelektual sebagai sarana pengembangan keterampilan, kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi sosial. Kegiatan dilaksanakan bersama komunitas Mozaik Terindah di ruang publik di Jakarta Barat dengan melibatkan 15 peserta serta orang tua atau wali. Pelatihan mencakup mencanting dan mewarnai. Proses diadaptasi melalui penyediaan sketsa oleh instruktur, pendampingan selama kegiatan, dan penyelesaian pengeringan oleh panitia. Secara paralel, orang tua atau wali mengikuti seminar mini psikososial. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi atas keterampilan, kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi sosial, serta kuesioner kepada orang tua atau wali. Skor rata-rata keseluruhan peserta adalah 2,58 dalam kategori cukup. Kepercayaan diri memperoleh skor tertinggi, yaitu 3,27 dalam kategori baik; kemandirian 2,50; serta keterampilan dan partisipasi sosial masing-masing 2,27. Respons orang tua atau wali positif dengan skor rata-rata 3,44 dalam kategori baik. Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan keluarga untuk memperkuat keberlanjutan latihan di rumah. Pelatihan membatik adaptif berpotensi menjadi media pemberdayaan yang mendukung ekspresi kreatif dan keterlibatan sosial peserta. Program lanjutan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan durasi yang lebih memadai dan pendampingan sesuai kebutuhan peserta.
Copyrights © 2026