Pernikahan usia muda merupakan persoalan sosial yang memerlukan strategi prevention berbasis edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Cegah Risiko Remaja Nikah Muda (CERIA) Model di Kedungkandang District Malang City serta menganalisis supporting factors dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis case study. Pengumpulan data dilakukan melalui observation, interviews mendalam, dan documentation, sedangkan data analysis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CERIA dilakukan melalui sosialisasi dan counseling and education interaktif, edukasi reproductive health, pengembangan life skills, pembinaan kelompok adolescents, counseling, serta assistance families dan pasangan muda. Pelaksanaan program melibatkan government kecamatan dan urban villages, Dinsos P3AP2KB, penyuluh KB, health workers, schools, community cadres PKK, GenRe, organisasi kepemudaan, families, dan community. Faktor pendukung meliputi komitmen kelembagaan, koordinasi cross-sectoral, ketersediaan pelaksana, serta dukungan families dan community. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya dan waktu, penyesuaian jadwal antarinstansi, serta ketimpangan akses informasi. Model CERIA menunjukkan relevansi sebagai pendekatan nonformal education yang memperkuat kapasitas adolescents dan lingkungan sosial dalam mencegah early marriage.
Copyrights © 2026