ABSTRACT Differences in learning experiences may result in varying levels of fine motor development among young children. This study examined changes in fine motor skills through collage play by considering children’s abilities before and after the learning activities and comparing them with a group that participated in regular classroom activities without collage intervention. The study involved 30 children from Group B at a kindergarten in Purwakarta Regency, comprising 15 children in the experimental group and 15 in the control group selected through purposive sampling. A quantitative approach was employed using a Nonequivalent Control Group Design. Fine motor skills were assessed using an observation sheet, while documentation was used as supporting data. Data were processed using SPSS version 26 through descriptive statistics, normality and homogeneity tests, an independent t-test, and N-Gain analysis. In the experimental group, the mean score increased from 57.92 on the pretest to 82.08 on the posttest. The control group increased from 64.58 to 71.25. The posttest difference yielded a significance value of 0.011 (p < 0.05), while the experimental group achieved an N-Gain score of 60.38, categorized as moderate, compared with 20.89, categorized as low, in the control group, with a significance value of 0.000. These findings position collage play as a learning experience associated with greater improvements in fine motor development among the experimental group within the context of this study. ABSTRAK Perbedaan pengalaman belajar dapat menghasilkan perkembangan kemampuan motorik halus yang tidak sama pada anak usia dini. Penelitian ini menelaah perubahan kemampuan tersebut melalui kegiatan bermain kolase dengan memperhatikan kondisi anak sebelum dan sesudah pembelajaran serta perbedaannya dengan kelompok yang mengikuti kegiatan kelas tanpa perlakuan kolase. Sebanyak 30 anak kelompok B dari salah satu TK di Kabupaten Purwakarta terlibat dalam penelitian, terdiri atas 15 anak kelompok eksperimen dan 15 anak kelompok kontrol yang dipilih melalui purposive sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam Nonequivalent Control Group Design. Kemampuan motorik halus diamati melalui lembar observasi, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 26 melalui statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t independent, dan N-Gain. Pada kelompok eksperimen, rata-rata skor meningkat dari 57,92 pada pretest menjadi 82,08 pada posttest. Kelompok kontrol mengalami perubahan dari 64,58 menjadi 71,25. Perbedaan posttest menunjukkan signifikansi 0,011 (p < 0,05), sementara N-Gain kelompok eksperimen mencapai 60,38 dalam kategori sedang, lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 20,89 dalam kategori rendah, dengan signifikansi 0,000. Temuan ini menempatkan kegiatan kolase sebagai pengalaman bermain yang berkaitan dengan peningkatan motorik halus yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dalam konteks penelitian ini.
Copyrights © 2026