Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MEDIA ADVENTURE SENSORY PATH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Syanindita Sifa Syahrani; Gia Nikawanti; Ihsan Abdul Patah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13098

Abstract

ABSTRACT Gross motor development is an essential aspect of early childhood growth that supports children's physical abilities, coordination, and readiness to participate in various learning activities. Therefore, the use of engaging and developmentally appropriate learning media is needed to optimize gross motor stimulation. This study aimed to examine the effect of the Adventure Sensory Path as a learning medium on the gross motor development of children aged 5–6 years at TK Kartika XIX-39 Purwakarta, West Java. This study employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest experimental design involving 22 children aged 5–6 years. Data were collected through an observation checklist assessing five indicators of gross motor development, namely balance, strength, agility, coordination, and flexibility. The data were analyzed using the N-Gain test, Shapiro–Wilk normality test, and Wilcoxon Signed Ranks test. The findings revealed that the implementation of the Adventure Sensory Path improved children's gross motor development across all measured indicators and had a significant positive effect on their gross motor skills. These findings suggest that the Adventure Sensory Path is an effective alternative learning medium for stimulating gross motor development in early childhood. Future studies are recommended to employ a quasi-experimental design with a control group and involve a larger sample to provide more comprehensive evidence. ABSTRAK Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek perkembangan yang berperan penting dalam mendukung kemampuan fisik, koordinasi gerak, serta kesiapan anak untuk mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini untuk mengoptimalkan stimulasi perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Adventure Sensory Path terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Kartika XIX-39 Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 22 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang mengukur lima indikator perkembangan motorik kasar, yaitu keseimbangan, kekuatan, kelincahan, koordinasi, dan fleksibilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Adventure Sensory Path mampu meningkatkan perkembangan motorik kasar anak pada seluruh indikator yang diukur dan memberikan pengaruh yang signifikan setelah penerapan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa media Adventure Sensory Path efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol agar efektivitas media dapat dibandingkan secara lebih komprehensif.
Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility Saintifik dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa pada Pembelajaran Pencak Silat (Studi Eksperimen di SMP Negeri 1 Lembang) Ihsan Abdul Patah; Rois Abdul Haris
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8087

Abstract

Pendidikan jasmani memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengembangan kemampuan fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya tanggung jawab personal dan sosial. Namun, masih ditemukan perilaku siswa yang menunjukkan rendahnya tanggung jawab, pengendalian diri, serta kemampuan menerapkan nilai-nilai positif di luar lingkungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) berbasis pendekatan saintifik dalam meningkatkan tanggung jawab siswa pada pembelajaran pencak silat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2×2. Populasi penelitian terdiri atas 360 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lembang, dengan sampel 72 siswa yang dipilih melalui simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Tanggung jawab siswa diukur menggunakan instrumen adaptasi Tools for Assessing Responsibility-based Education (TARE) yang mencakup dimensi respect, participation, self-direction, caring, dan transfer. Data dianalisis menggunakan Weighted Means Score, two-way ANOVA, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan skor tanggung jawab kelompok eksperimen meningkat dari 2,94 menjadi 3,58. Terdapat perbedaan signifikan dalam tanggung jawab siswa (F = 10,203; p < 0,05), sementara interaksi model pembelajaran dan jenis kelamin tidak signifikan. N-Gain kelompok eksperimen mencapai 69,40%, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 45,24%. Dengan demikian, model TPSR saintifik cukup efektif dan lebih unggul daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan tanggung jawab siswa pada pembelajaran pencak silat.
Pemahaman Orang Tua Tentang Dampak Jajanan Kemasan Terhadap Kesehatan Anak Usia Dini Sasi Febriari; Gia Nikawanti; Ihsan Abdul Patah
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 3 Periode Juni-Agustus 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i3.4038

Abstract

Meningkatnya konsumsi jajanan kemasan pada anak usia dini dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemahaman orang tua mengenai dampak konsumsi jajanan kemasan terhadap kesehatan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi yang melibatkan empat orang tua sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memahami jenis, kandungan, dan dampak jajanan kemasan terhadap kesehatan. Pemahaman tersebut tercermin dalam tindakan membatasi konsumsi jajanan, memeriksa kandungan produk, memberikan edukasi, serta menyediakan alternatif makanan yang lebih sehat. Konsumsi jajanan juga dipengaruhi oleh teman sebaya, lingkungan, rasa, kemasan yang menarik, dan kemudahan memperoleh produk.