The demand for quality graduates from Vocational High Schools (SMK) faces substantial challenges, notably institutional governance gaps and the weak integration of industrial values. This disparity reveals that vocational education governance has not been fully anchored in functionally integrated work culture cultivation. Consequently, this study aims to analyze school culture management in strengthening educational governance in the Industrial Mechanical Engineering (TMI) Expertise Program at SMK Cibitung 1 through planning, organizing, actuating, and controlling phases. A qualitative approach with a case study design was employed, gathering data through in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis. Data were analyzed interactively utilizing data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings demonstrate that school culture management is systematically executed through POAC functions by integrating religious values, discipline, occupational health and safety (OHS), and the 5S/5R culture. This management model reinforces vocational governance by improving stakeholder participation, coordination transparency, and institutional accountability. The study concludes that the structured internalization of industrial culture serves as a strategic managerial foundation for achieving high-quality vocational education governance. Practical implications highlight the indispensability of formal industrial partnerships and exemplary leadership in institutionalizing a sustainable quality culture within vocational schools. ABSTRAK Tuntutan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tantangan serius berupa kesenjangan tata kelola kelembagaan dan rendahnya integrasi nilai-nilai kerja industri. Kesenjangan ini memperlihatkan bahwa tata kelola pendidikan vokasi belum sepenuhnya berlandaskan pada pembudayaan etos kerja yang terintegrasi secara fungsional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen budaya sekolah dalam penguatan tata kelola pendidikan pada Program Keahlian Teknik Mekanik Industri (TMI) di SMK Cibitung 1 melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan model kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya sekolah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling yang mengintegrasikan nilai religius, kedisiplinan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Manajemen budaya sekolah terbukti memperkuat tata kelola pendidikan kejuruan melalui peningkatan partisipasi pemangku kepentingan, transparansi koordinasi, dan akuntabilitas kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi budaya industri yang terstruktur merupakan modal manajerial strategis dalam mewujudkan tata kelola kejuruan yang bermutu. Implikasi praktisnya menunjukkan pentingnya kemitraan industri formal dan keteladanan pimpinan dalam melembagakan budaya mutu di lingkungan sekolah kejuruan.
Copyrights © 2026