Transformasi digital telah mengubah cara remaja membangun, memelihara, dan memaknai hubungan sosial. Perubahan tersebut berlangsung secara beragam karena dipengaruhi oleh kondisi keluarga, akses terhadap teknologi, karakteristik lingkungan, serta intensitas penggunaan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi relasi sosial remaja di Kalimantan Barat pada era digital melalui desain studi kasus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan membandingkan pengalaman remaja yang tinggal di wilayah perkotaan, khususnya Kota Pontianak, dengan remaja yang berasal dari wilayah pinggiran dan perdesaan. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–19 tahun, berdomisili di Kalimantan Barat, aktif menggunakan telepon pintar dan media sosial, serta memiliki pengalaman membangun dan mempertahankan persahabatan melalui platform digital. Sebanyak 25–35 remaja dilibatkan dalam wawancara mendalam dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform permainan daring telah memperluas jaringan pertemanan serta memungkinkan hubungan sosial berlangsung melampaui batas geografis. Namun, pengalaman digital remaja berbeda berdasarkan lokasi tempat tinggal, akses internet, kondisi keluarga, dan kekuatan komunitas lokal. Remaja perkotaan cenderung memiliki jaringan digital yang lebih luas, sedangkan remaja di wilayah pinggiran dan perdesaan lebih mempertahankan keterhubungan antara persahabatan daring dan interaksi tatap muka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi menghasilkan bentuk persahabatan hibrida yang menghubungkan ruang domestik, komunitas lokal, dan jaringan virtual.
Copyrights © 2026