Transformator distribusi tiga fasa pada sistem kelistrikan bandara dapat mengalami ketidakseimbangan beban akibat distribusi beban yang tidak merata pada fasa R, S, dan T. Dampak dari ketidakseimbangan beban antar fasa tersebut menimbulkan arus pada penghantar netral dan meningkatkan rugi-rugi daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis persentase ketidakseimbangan beban, arus netral, dan losses sebelum serta setelah redistribusi beban pada transformator distribusi Unindo 1000 kVA di Main Power House Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada periode Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dan Waktu Beban Puncak (WBP). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data arus fasa R, S, T dan N, tegangan antar-fasa, faktor daya, serta data pembebanan dikumpulkan melalui pengukuran dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui perhitungan matematis dan simulasi ETAP 19.0.1 untuk memodelkan kondisi sebelum dan setelah load balancing. Hasil simulasi menunjukkan ketidakseimbangan pada LWBP turun dari 25,33% menjadi 5,6%, sedangkan pada WBP turun dari 17% menjadi 1,3%. Arus netral pada LWBP turun dari 35,7 A menjadi 7,9 A dan pada WBP dari 9,6 A menjadi 1,0 A. Losses yang dihitung pada penghantar netral turun dari 28 watt menjadi 0,5 watt pada LWBP dan dari 11,26 watt menjadi 0,0086 watt pada WBP. Hasil tersebut menunjukkan bahwa redistribusi beban efektif menurunkan ketidakseimbangan, arus netral, dan losses. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pemantauan beban secara berkala dan penerapan load balancing pada seluruh transformator distribusi di lingkungan bandara.
Copyrights © 2026