This study was motivated by the low level of students’ financial literacy and the limited integration of local cultural values into economics learning at SMA Negeri 1 Sirombu. This study aimed to analyze the effect of contextual learning based on Nias local wisdom on students’ financial literacy. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 34 students in class X-B as the experimental group and 36 students in class X-A as the control group. Both groups were administered a pretest and posttest, while the experimental group received Contextual Teaching and Learning (CTL) integrated with Nias local wisdom, including falulusa, barter practices, bowo, deliberation, and amaedola. The results showed that contextual learning based on Nias local wisdom had a significant effect on improving students’ financial literacy. The experimental group also demonstrated greater improvement in financial literacy than the control group. These findings indicate that integrating local cultural contexts into economics learning can strengthen the connection between learning materials and students’ real-life experiences, thereby supporting the development of financial literacy in a more meaningful and contextual manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan siswa serta belum optimalnya integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Sirombu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group. Sampel terdiri atas 34 siswa kelas X-B sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas X-A sebagai kelompok kontrol. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest, sedangkan kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Nias, meliputi falulusa, sistem barter, bowо, musyawarah, dan amaedola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Hasil analisis juga menunjukkan adanya peningkatan skor literasi keuangan setelah pembelajaran pada kedua kelompok, dengan peningkatan kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi dapat memperkuat keterkaitan materi dengan pengalaman kehidupan siswa dan mendukung peningkatan literasi keuangan.
Copyrights © 2026