Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar, khususnya pada materi luas trapesium, yang terlihat dari kesulitan siswa mengidentifikasi informasi soal, menyusun langkah penyelesaian secara sistematis, dan memeriksa kembali hasil pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V SD Negeri Sukarame pada materi luas trapesium. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design dan desain nonequivalent control group design, melibatkan 26 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes uraian kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, dan uji Mann-Whitney U dengan bantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 65,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 63,85, dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,36 (kategori sedang) dan kelas kontrol sebesar 0,27 (kategori rendah). Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,030 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V pada materi luas trapesium.
Copyrights © 2026