Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesalahan morfologi, menganalisis faktor penyebabnya, dan menjelaskan implikasi kesalahan pada karya ilmiah mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan identifikasi kesalahan, analisis penyebab, dan implikasi pembelajaran dalam satu kerangka analisis yang belum banyak dikaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi, simak, dan catat terhadap 25 karya ilmiah mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan metode agih (distribusional). Hasil penelitian menemukan 83 kesalahan morfologi yang terdiri atas 39 kesalahan afiksasi (46,99%), 38 kesalahan reduplikasi (45,78%), dan 6 kesalahan komposisi (7,23%). Kesalahan afiksasi dan reduplikasi paling dominan, menegaskan perlunya penguatan kaidah pembentukan kata dalam pembelajaran morfologi di perguruan tinggi. Faktor penyebab kesalahan meliputi: (1) kurangnya penguasaan kaidah morfologi, khususnya morfofonemik prefiks meN-; (2) pengaruh ragam bahasa lisan terhadap tulisan; (3) interferensi bahasa daerah dan bahasa asing; serta (4) ketidaktelitian penyuntingan naskah. Implikasi penelitian meliputi penguatan materi morfologi dalam kurikulum, penerapan pembelajaran berbasis masalah, pengembangan bahan ajar kontekstual, dan penetapan standar kompetensi morfologi. Penelitian merekomendasikan penguatan pembelajaran morfologi, pelatihan penulisan ilmiah berkala, panduan penulisan berbasis EYD Edisi V dan KBBI, serta pembiasaan koreksi naskah sebelum dipublikasikan.
Copyrights © 2026