Abstrak Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular aterosklerosis yang menjadi penyebab kematian di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini terjadi salah satunya karena tekanan darah tidak terkontrol yang dapat merusak endotel pembuluh darah sehingga terjadi penumpukan plak pada arteri koroner. Prevalensi PJK berdasarakan KEMENKES tahun 2020 mencapai 1.25 juta. Oleh karena itu, untuk mengurangi komplikasi kardiovaskular, tekanan darah harus dikontrol dengan kombinasi obat antihipertensi. Sejumlah penelitian menunjukan adanya manfaat kombinasi obat golongan β-blocker dan ACE-I terhadap tekanan darah, namun sebagian lainnya tidak menemukan hasil yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kombinasi obat golongan β-blocker dan ACE-I dan tekanan darah pada pasien PJK di RSUD Kabupaten Bekasi. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan jumlah subjek sebanyak 83 orang yang dipilih secara concutive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan data rekam medis pasien PJK, penggunaan obat antihipertensi, dan nilai tekanan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara kombinasi obat golongan β-blocker dan ACE-I dan tekanan darah pada pasien PJK (p = 0,004).
Copyrights © 2026