Integrasi digital audio workstation (DAW) dalam pembelajaran musik lingkungan di tingkat sekolah menengah atas masih terbatas, terutama dalam praktik pedagogis guru musik. Guru musik belum banyak memperoleh kesempatan untuk mengintegrasikan teknologi musik digital dengan eksplorasi suara lingkungan dan pembelajaran musik yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model lokakarya terstruktur mendukung guru musik sekolah menengah atas dalam mengintegrasikan aplikasi BandLab ke dalam pembelajaran musik lingkungan serta mengkaji pengalaman pedagogis dan praktik kreatif guru selama lokakarya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain berbasis lokakarya. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru musik sekolah menengah atas dari Bandung, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi reflektif, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi, pedoman diskusi reflektif, dan lembar dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik induktif untuk mengidentifikasi pola pengalaman pedagogis dan praktik kreatif guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokakarya berbasis BandLab mendukung pemahaman guru tentang mendengarkan secara ekologis, keterlibatan kreatif dengan suara lingkungan, komposisi musik kolaboratif, serta refleksi pedagogis. Penelitian menyimpulkan bahwa lokakarya terstruktur dan reflektif dapat mendukung integrasi teknologi digital dalam pembelajaran musik lingkungan. Implikasinya, pengembangan profesional guru perlu memadukan pelatihan teknis dengan pengalaman pedagogis yang kontekstual, kolaboratif, dan reflektif.
Copyrights © 2026