Mahasiswa tingkat awal menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan dalam proses transisi menuju kehidupan perguruan tinggi, sehingga diperlukan sumber daya psikologis yang mendukung proses penyesuaian tersebut. Resiliensi diduga menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam membantu mahasiswa menghadapi tuntutan akademik maupun non-akademik selama masa transisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh resiliensi terhadap penyesuaian kehidupan kampus pada siswa tingkat awal di kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 354 siswa tingkat awal sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang terdiri dari 25 item dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) yang terdiri dari 40 item. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menujukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dan penyesuaian kehidupan kampus, dengan nilai R=0,471 dan P < 0,001. Resiliensi memberikan kontribusi sebesar 22,1% terhadap penyesuaian kehidupan kampus mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam mendukung keberhasilan penyesuaian siswa tingkat awal terhadap kehidupan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026