Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Discovery Learning terintegrasi STEM terhadap motivasi dan kinerja belajar sains siswa. Rendahnya motivasi dan hasil belajar sains disebabkan model konvensional yang kurang mendorong keterlibatan aktif. Penelitian menggunakan quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group. Sampel 68 siswa SMP kelas VIII yang dipilih melalui cluster random sampling, terdiri dari kelas eksperimen (Discovery Learning-STEM) dan kontrol (konvensional). Instrumen meliputi angket motivasi belajar berbasis ARCS dan tes kinerja belajar sains yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan MANOVA dan N-Gain. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan motivasi dan kinerja belajar antara kedua kelompok (p < 0,05). Model Discovery Learning-STEM memberikan peningkatan motivasi kategori tinggi (N-Gain 0,71) dan kinerja belajar kategori tinggi (N-Gain 0,73), lebih unggul dari kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan integrasi STEM memperkuat fase stimulasi, eksplorasi, dan generalisasi pada Discovery Learning. Model ini direkomendasikan sebagai strategi inovatif untuk pembelajaran sains dalam Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026