Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi komunikasi politik era digital yang menuntut kepemimpinan responsif, akun YouTube @kangdedimulyadichannel memperlihatkan adanya pergeseran birokrasi formal menuju gaya kepemimpinan digital. Masalah utamanya adalah bagaimana konstruksi kepemimpinan dibangun untuk menciptakan citra responsif. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya kepemimpinan dan strategi populisme digital Dedi Mulyadi dengan dukungan teori retorika klasik Aristoteles (ethos, pathos, logos) serta kerangka Digital Delivery James E. Porter. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan analisis retorika Aristoteles dan analisis digital delivery. Hasil penelitian menunjukkan Dedi Mulyadi membangun kredibilitas melalui performa lapangan autentik, menyentuh empati publik melalui narasi kemanusiaan, dan melegitimasi kebijakan melalui penalaran logis yang sederhana. Strategi penyampaian digitalnya berhasil mengonversi aksi lapangan menjadi kepada digital yang masif. Kesimpulannya, kepemimpinan populisme digital Dedi Mulyadi meruntuhkan sekat birokrasi. Direkomendasikan pejabat publik mengadopsi transparansi digital tetapi tetap menjaga substansi kebijakan di atas sekadar konten visual.
Copyrights © 2026