Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi komunitas hijab dalam meningkatkan partisipasi anggota di era media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Hasil menunjukkan bahwa setiap platform memiliki fungsi berbeda, sementara komunikasi dialogis, pelibatan anggota, dan apresiasi digital mendorong partisipasi. Call-to-Action berjenjang juga mampu menghubungkan interaksi daring dengan aktivitas luring. Namun, algoritma, kelelahan media sosial, dan persepsi eksklusivitas masih menjadi tantangan. Keberhasilan partisipasi bergantung pada komunikasi relasional dan inklusivitas pesan.
Copyrights © 2026