Abstract: Private tutoring institutions operate in a nonformal education setting that requires instructional quality, responsive coordination, and flexible resource management. This study aims to describe how tutor collaboration is managed at AJLC Learning Institution in Sendangagung, Paciran, Lamongan, with attention to instructional practices, communication, scheduling, alignment of learning objectives, and tutor development. A qualitative descriptive approach was employed. Data were obtained through a semi-structured online interview conducted via Google Meet with the person responsible for AJLC as the key informant. The interview data were organized through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate four interrelated management practices. First, AJLC organizes exam preparation through drill-based practice and try-outs. Second, limited administrative staffing leads tutors to perform hybrid instructional and administrative roles, including scheduling and module preparation, with WhatsApp used as the main coordination channel and periodic face-to-face meetings as needed. Third, flexible scheduling and peer substitution are used to accommodate tutors who also work in other institutions. Fourth, tutor alignment and professional learning are supported through gatherings, pedagogical input, subject-based discussion forums, and routine evaluation, although a structured formal training program has not yet been implemented. The study contributes an exploratory account of adaptive tutor management in a small nonformal tutoring provider. Because the evidence is based on a single managerial informant and does not include student outcome data, the findings should not be interpreted as direct evidence of improved graduate quality or UTBK-SNBT performance. Abstrak: Lembaga bimbingan belajar sebagai bagian dari pendidikan nonformal memerlukan mutu pembelajaran, koordinasi yang responsif, dan pengelolaan sumber daya yang fleksibel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan kolaborasi tutor di Lembaga Belajar AJLC, Sendangagung, Paciran, Lamongan, dengan fokus pada praktik pembelajaran, komunikasi, penjadwalan, penyelarasan tujuan pembelajaran, dan pengembangan tutor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara daring semi-terstruktur menggunakan Google Meet dengan penanggung jawab AJLC sebagai informan kunci. Data wawancara diorganisasi melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat praktik pengelolaan yang saling berkaitan. Pertama, AJLC menyelenggarakan persiapan ujian melalui latihan berulang (drill) dan try out. Kedua, keterbatasan tenaga administrasi mendorong tutor menjalankan peran hibrida akademik-administratif, termasuk penjadwalan dan penyusunan modul, dengan WhatsApp sebagai media koordinasi utama serta pertemuan tatap muka berkala sesuai kebutuhan. Ketiga, fleksibilitas jadwal dan mekanisme penggantian antar-tutor digunakan untuk menyesuaikan komitmen tutor yang juga bekerja di lembaga lain. Keempat, penyelarasan pemahaman dan pengembangan kapasitas tutor dilakukan melalui gathering, penguatan pedagogis, forum diskusi serumpun, dan evaluasi rutin, meskipun program pelatihan formal yang terstruktur belum berjalan. Studi ini memberikan gambaran eksploratif mengenai pengelolaan tutor yang adaptif pada lembaga bimbingan belajar skala kecil. Karena data hanya berasal dari satu informan pengelola dan tidak mencakup capaian peserta didik, temuan tidak dapat diperlakukan sebagai bukti langsung peningkatan mutu lulusan atau performa UTBK-SNBT.
Copyrights © 2026