Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan kekerasan dan penderitaan anak yang direpresentasikan dalam karya sastra Arab modern. Dalam peta sastra Arab modern, persoalan kekerasan dan tragedi anak menjadi tema krusial yang dieksplorasi secara tajam oleh cerpenis Suriah, Zakariyā Tāmir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme representasi serta bentuk-bentuk tragedi anak dalam tiga cerpen karya Zakariyā Tāmir, yaitu Al-Milḥu, Al-Aulād Yaḍḥakūn, dan Yūsuf al-Ṣaghīr al-Jamīl al-Hālik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif-analitis dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk dua tahap analisis. Pertama, untuk menganalisis representasi, yaitu melacak bagaimana penderitaan tokoh anak oleh pengarang melalui tanda kebahasaan berupa representasi, objek, dan interpretan. Kedua, untuk menganalisis bentuk tragedi, yaitu mengklasifikasikan objek rujukan dari tanda-tanda tersebut ke dalam tiga wujud nyata: kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan penelantaran. Analisis tersebut menghasilkan 76 data yang menunjukkan tiga bentuk tragedi anak, yaitu kekerasan fisik dalam bentuk tindakan agresif, kekerasan psikis yang meliputi tekanan mental dan perundungan verbal, serta penelantaran (neglect) yang ditandai dengan kurangnya perlindungan dari orang dewasa. Temuan ini mengonfirmasi bahwa melalui gaya penceritaan, Zakariyā Tāmir menggunakan pengalaman tokoh anak sebagai medium untuk menyampaikan kritik tajam terhadap persoalan sosial dan tindakan represif dalam lingkungan kekuasaan.
Copyrights © 2026