Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MODEL KKN SISDAMAS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG: TANTANGAN DAN PELUANG PELAKSANAAN Fridayanti Fridayanti; Ramdhani Wahyu Sururie; Rohmanur Aziz; Wisnu Uriawan; Zulqiah Zulqiah; Yadi Mardiansyah
Al-Khidmat Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v2i1.4832

Abstract

Sisdamas Community Service Program is a community service model developed by UIN Sunan Gunung Djati Bandung. This model is a form of Education-based service that involves collaboration between facilitators from the UIN Sunan Gunung Djati and the community. The model was developed as a framework for implementing Community Service Programs in assessing the situation and conditions of the community and developing work plans. The purpose of this article is to describe what and how Sisdamas Community Service Program and the challenges of implementing the model and future implementation opportunities
PROSES SEMIOSIS DALAM KARIKATUR PADA KORAN ONLINE BERBAHASA ARAB (Kajian Semiotika) Yushli Muslim; Yadi Mardiansyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.6598

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui proses semiosis dalam karikatur pada koran online berbahasa Arab. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang pada umumnya diterapkan di dalam kajian-kajian ilmu sosial dan humaniora, dengan menggunakan pendekatan semiotik, yaitu suatu cabang ilmu yang mempelajari tanda. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa gambar karikatur yang disertai teks sebagai data primer. Kemudian, untuk menunjang penelitian ini digunakan juga data sekunder berupa artikel-artikel maupun dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Setelah penelitian selesai dilakukan, maka didapatkan jenis-jenis tanda dengan berbagai makna yang dikandungnya. Proses semiosis pada penelitian ini banyak mengungkap makna-makna politis, dari gambar-gambar yang familiar sering terlihat sehari-hari. Selain itu, dalam proses semiosis itu sendiri banyak mengungkap simbol suatu negara tertentu.The purpose of this study was to find out the process of caricature semiosis in Arabic online newspapers. This study was a qualitative study generally applied in social and humanities studies, using a semiotic approach, a study of signs. The primary data used in the study were caricature images with Arabic texts in the online Arabic newspaper. At the same time, the secondary data were taken from articles and documents related to this study. After that, it was obtained the types of signs with its various meanings. The semiotic process revealed many of the political implications of familiar daily images. Besides, in the process of semiosis itself, many implied the symbols of particular countries.Keywords: Semiotic Process, Caricature, Semiotics
Campur Kode Bahasa Sunda Ke Dalam Bahasa Arab Pada Percakapan Santri Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah Bandung (Kajian Sosiolinguistik) Fildzah Arifah Yoda; Yadi Mardiansyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor campur kode pada tuturan bahasa Sunda ke dalam bahasa Arab santriwati pondok pesantren Al-Basyariyah. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan teori campur kode Muysken, yang membagi bentuk campur kode ke dalam tiga yaitu penyisipan (insertion), alternasi (alternation), dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization). Campur kode merupakan salah satu fenomena berbahasa yang menggunakan dua bahasa atau lebih dalam satu ujaran. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengambilan data berupa metode simak dengan teknik sadap dan catat, dan metode cakap dengan teknik pancing berupa wawancara dengan beberapa pertanyaan untuk responden.
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Implikaturnyadalam Novel Aulad Haratina Episode Rifaat Karya Najib Mahfudz (Kajian Pragmatik) Siti Syarah Kamilah Arifin; Yadi Mardiansyah; Ajang Jamjam
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3175

Abstract

Abstract: The process of communication, not only happening in real life, but in the literary work of which one of them in the form of a novel also have conversations between characters who are one with another. Such a process of communication takes place in Aulad Haratina's novel episode of Rifa'at by Najib Mahfudz. In the novel, there are a number of speeches that violate the principle of cooperation. The violation indicates a conversational implicature. The purpose of this research is to know the form of violation of cooperative principle contained in the novel Aulad Haratina episode of Rifa'at by Najib Mahfudz and to know the implicatur which happened due to violation of the principle of cooperation. The method used in this research is analytical descriptive method. The technique used in data collection is the technique of referring, and the method used to analyze the data using the method of extralingual padan, that is connecting the problem of language with things that are outside the language. The approach used in this research is pragmatic approach. Using these methods and techniques, the results of the research revealed that in Aulad Haratina's novel episode Rifa'at there is a violation of the principle of cooperation that includes violations of the maxim of quantity, maxim of quality, the maxim of relevance, and the maxim of the way or execution. These violations create conversational implicatures that include: Interrupted, Calming, Informing, Feeling Disappointed, Affirming, Reassuring, Respecting, Rejecting, Evading, Asking for Compassion, Feeling Good, Reminding, Humiliating, Defending, Pleading, Irritating, Asking for Advice, Praising, Taunting, Blaming, Not Caring, Anger, Complaining, Threatening.ملخص البحث: لا يقع التواصل في الحياة الحقيقة فحسب، بل في الإنتاج الأدبي كذلك، منها القصة. وهو يقع التواصل في المحادثة بين طبيعة الرواية. وقع هذا التواصل في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ. وجد الكلام المخالف للمبدأ التعاوني. كان انتهاك يدل على وجود تضمين الكلام.أغراض هذا البحث هى معرفة انتهاك قواعد المبدأ التعاوني في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ و معرفة التضمين الذي يظهر بسبب انتهاك قواعد المبدأ التعاوني في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ.المنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي التحليلي. و الطريقة المستخدمة في جمع البيانات هى منهج الملاحظة و التسجيل (Simak Catat) و في تحليل البيانات، مستخدمة منهج مباراة اللغات إضافية هى من خلال ربط مشاكل اللغة مع الأشياء التي خارج اللغة. و المدخل المستخدم في هذا البحث هو الدراسة التداولية. باستخدام المنهج و الطريقة السابقة، وجدت نتيجة البحث كما يلي، هو ان في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة وجد انتهاك  قواعد المبدأ التعاوني مثل انتهاك في قاعدة الكم و النوع و الملائمة و الطريقة. و ظهر تضمين الكلام من ذلك الانتهاك، مثل المشوش و التهديئ و الاخبار و خيبة الأمل و التصريح و التصديق و الاحترام و الرفض و الابتعاد و طلب الرحمة و التذكير والاعتقاد و الاحتقار و دفاع النفس و الطلب و الغضب والاقتراح و المدح و التغريب و التغليط و الإهمال و الغضب و  التأوه و التهديد.Abstrak: Proses komunikasi, tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi dalam karya sastra yang salah satunya berbentuk novel juga melakukan percakapan antar tokoh yang satu dengan yang lain. Proses komunikasi seperti itu terjadi dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at karya Najib Mahfudz. Dalam novel tersebut, terdapat sejumlah tuturan yang melanggar prinsip kerja sama. Pelanggaran tersebut menunjukkan adanya implikatur percakapan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at karya Najib Mahfudz dan mengetahui implikatur yang terjadi akibat pelanggaran prinsip kerja sama tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah teknik simak catat, dan metode yang dilakukan untuk menganalisis data menggunakan metode padan ekstralingual, yaitu menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pragmatik. Dengan menggunakan metode dan teknik tersebut, hasil penelitian yang terungkap adalah bahwa dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at terdapat pelanggaran prinsip kerja sama yang meliputi pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualita, maksim relevansi, dan maksim cara atau pelaksanaan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut memunculkan implikatur percakapan yang meliputi: Terganggu, Menenangkan, Memberitahukan, Merasa Kecewa, Menegaskan, Meyakinkan, Menghormati, Menolak, Menghindar, Meminta Belas Kasih, Merasa Senang, Mengingatkan, Menghina, Membela Diri, Memohon, Kesal, Meminta Saran, Memuji, Mengejek, Menyalahkan, Tidak Peduli, Marah, Mengeluh, Mengancam.
Perjuangan Kesetaraan dalam Novel Fatatu As-Sajair Karya Ratih Kumala (Kajian Kritik Sastra Feminis) Arsita, Wina; Mardiansyah, Yadi; Ridho, Muhammad Rosyid
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v4i1.27852

Abstract

Abstract: This study explains the struggle for gender equality of female figures in several of its parts. The novel Fatatu As-Sajair presents a female characters who has an influence on the development of cigarettes in Indonesia. The representation of female characters in this novel not only places women in an inferior position, but can also be in a superior position. The purpose of this study is to explain the socialist feminism contained in the novel. This study uses a qualitative descriptive analysis method with a type of literary criticism approach, namely feminist literary criticism. The research results from the novel Fatatu As-Sajair show that the novel contains female characters fighting for gender equality by working in the clove cigarette sector.
NILAI KEPAHLAWANAN PADA FILM SALAHUDIN AL AYYUBI (SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Nur Azizah, Fitria; Dayudin; Mardiansyah, Yadi
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 1 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i1.29744

Abstract

This study analyzes the values of heroism in the film Salahudin Al Ayyubi using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. Peirce’s semiotic theory divides signs into three main elements: Representamen (the sign itself), Object (what the sign represents), and Interpretant (the meaning derived from the sign). Using a qualitative analysis method, this study identifies visual and narrative symbols that represent heroism in the film. The analysis reveals five key heroic values reflected in the film: sacrifice, courage, responsibility, empathy, and justice. These values are represented through various visual signs, dialogues, and the actions of the main character, as well as events that depict the struggle to uphold justice and truth. The findings of this study indicate that Salahudin Al Ayyubi not only presents a historical and heroic narrative but also conveys profound moral messages through semiotic symbols. Furthermore, this research highlights the importance of semiotic analysis in understanding how heroic values are constructed and perceived by the audience. Thus, this study contributes to film studies and the interpretation of heroism in film media.
Pemberdayaan Menulis Huruf Arab Pada Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Se-Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung (Aplikasi Metode Menulis Arab Pendekatan Anatomis) Rohanda, Rohanda; Mardiansyah, Yadi; Hidayat, Deden
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3099

Abstract

Pendidikan agama di Indonesia memainkan peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama melalui pembelajaran bahasa Arab sebagai bagian dari kurikulum di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dituntut memiliki kompetensi pedagogis yang memadai, termasuk keterampilan menulis huruf Arab secara baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran penulisan huruf Arab melalui penerapan metode MAPAN (Menulis Arab dengan Panduan Analitik) bagi guru DTA di Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat dengan langkah-langkah pelatihan, pendampingan, dan evaluasi hasil belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis huruf Arab di kalangan peserta, baik dari segi bentuk, keterbacaan, maupun konsistensi penulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode MAPAN dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis huruf Arab di tingkat dasar. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program pelatihan serupa secara berkelanjutan di wilayah lain serta integrasi metode MAPAN dalam kurikulum pelatihan guru DTA.
Makna Harfu Jar Min dalam Qashidah Al-Burdah Karya Imam Al-Būṣīrī (Kajian Sintaksis) Munawan, Andis; Suprianto, Ade Ahmad; Mardiansyah, Yadi
Shaut al Arabiyyah Vol 13 No 2 (2025): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v13i2.58843

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi dan makna ḥarf jar "min" (مِنْ) dalam Qasidah al-Burdah karya Imam al-Būṣīrī. Pendekatan yang digunakan adalah sintaksis-semantik dengan merujuk pada teori ma‘ānī al-ḥurūf Ibnu Hisyām. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "min" memiliki beragam makna. Fungsi yang paling dominan adalah ibtidā’ al-ghāyah (permulaan atau titik asal), yang muncul sebanyak 21 kali. Fungsi ini digunakan untuk menunjukkan asal mula suatu objek atau peristiwa, baik secara fisik maupun konseptual. Selanjutnya, "min" juga banyak berfungsi sebagai bayān al-jins (penjelasan jenis atau kategori), yang ditemukan sebanyak 13 kali. Fungsi ini berperan dalam memerinci atau mengklasifikasikan entitas yang dibicarakan. Selain itu, "min" digunakan dalam makna at-ta‘līl (penyebab atau alasan) sebanyak 7 kali, untuk menjelaskan sebab terjadinya suatu kondisi atau tindakan. Penggunaan "min" dengan makna at-tab‘īḍ (sebagian dari keseluruhan) ditemukan sebanyak 6 kali, mengindikasikan bagian dari suatu totalitas. Dalam jumlah yang lebih sedikit, "min" juga bermakna murādifatu al-bā’ (sepadan dengan huruf bā’), sebanyak 2 kali, yang berfungsi menunjukkan alat atau sebab. Selain itu, ditemukan pula makna at-tanṣīṣ ‘alā al-‘umūm (penegasan terhadap keumuman) sebanyak 2 kali, serta makna al-faṣl (pemisah atau pembeda) sebanyak 1 kali. Keragaman makna tersebut menunjukkan kedalaman dan fleksibilitas bahasa Arab dalam menyampaikan nuansa makna dan ekspresi melalui satu unsur gramatikal.
Representasi Makna pada Lirik Lagu Sherine Abdel Wahab yang Populer di Indonesia: Pendekatan Semiotika Roland Barthes Zahra, Siti Patimah; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Mardiansyah, Yadi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu Sherine Abdel Wahab yang memiliki populeritas di Indonesia dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, khususnya pada tataran makna denotatif dan konotatif. Lagu- lagu yang dianalisis meliputi El Watar El Hassas, Kalam Eineih, Bi Kelma Menak, Sabry Aalil, Hobbo Ganna, dan Ala Bali. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research), Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik-lirik tersebut merepresentasikan berbagai ekspresi cinta, kerinduan, luka batin, serta harapan emosional yang kuat dalam hubungan romantis. Makna denotatif dalam lagu umumnya bersifat deskriptif, sedangkan makna konotatif membentuk citra perasaan mendalam dan konflik emosional khas relasi cinta. Representasi ini memperlihatkan daya tarik universal lagu-lagu Sherine bagi masyarakat Indonesia, khususnya karena kemampuannya menyampaikan emosi yang kuat secara liris dan musikal, dengan kekuatan lirik dalam lagu Arab tidak hanya terletak pada keindahan bahasanya, tetapi juga pada kedalaman makna yang dapat dijangkau melalui pendekatan semiotik.
THE FORM OF PROLETARIAN RESISTANCE IN THE NOVEL HAMAMAH SALAAM BY NAJIB KAILANI (A MARXIST LITERARY SOCIOLOGY APPROACH) Asep Nurkholis; Dedi Supriadi; Yadi Mardiansyah
Esteem Journal of English Education Study Programme Vol. 8 No. 2 (2025): Esteem Journal of English Education Study Programme
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4w2qqn34

Abstract

Literary works often serve as mirrors reflecting the socio-political dynamics within a society, making them fertile ground for analysis through the lens of the sociology of literature. Marxist theory, in particular, offers a critical framework for examining the social structures and power relations embedded in literary texts. One prominent example is Najib Kailani, whose writings especially the novel Hamamahus Salaam are deeply influenced by his socio-cultural background and educational exposure, manifesting in narratives of resistance and social critique. This study adopts a descriptive-analytic approach, gathering data in the form of linguistic expressions, including words, phrases, sentences, and dialogues, to interrogate the presence of class conflict and proletarian resistance within the novel. The analysis reveals key indicators of class struggle, primarily stemming from: (1) systemic exploitation and oppression, (2) the emergence of social consciousness among the marginalized, and (3) the complicity of ideological state apparatuses or superstructures. The manifestations of resistance identified in the text include: (1) the development of proletarian class awareness, (2) collective defiance against oppressive forces, (3) acts of repressive sabotage, (4) the strategic formation of resistance groups, and (5) direct confrontational actions, including threats of violence. Through these elements, the novel articulates a potent critique of class-based injustices and advocates for collective agency among the oppressed.