Muhamad Naufal Rizky
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI TRAGEDI ANAK DALAM KUMPULAN CERPEN KARYA ZAKARIYĀ TĀMIR: KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE Muhamad Naufal Rizky; Yani Heryani; Yadi Mardiansyah
TANDA Vol 6 No 05 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i05.3106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan kekerasan dan penderitaan anak yang direpresentasikan dalam karya sastra Arab modern. Dalam peta sastra Arab modern, persoalan kekerasan dan tragedi anak menjadi tema krusial yang dieksplorasi secara tajam oleh cerpenis Suriah, Zakariyā Tāmir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme representasi serta bentuk-bentuk tragedi anak dalam tiga cerpen karya Zakariyā Tāmir, yaitu Al-Milḥu, Al-Aulād Yaḍḥakūn, dan Yūsuf al-Ṣaghīr al-Jamīl al-Hālik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif-analitis dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk dua tahap analisis. Pertama, untuk menganalisis representasi, yaitu melacak bagaimana penderitaan tokoh anak oleh pengarang melalui tanda kebahasaan berupa representasi, objek, dan interpretan. Kedua, untuk menganalisis bentuk tragedi, yaitu mengklasifikasikan objek rujukan dari tanda-tanda tersebut ke dalam tiga wujud nyata: kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan penelantaran. Analisis tersebut menghasilkan 76 data yang menunjukkan tiga bentuk tragedi anak, yaitu kekerasan fisik dalam bentuk tindakan agresif, kekerasan psikis yang meliputi tekanan mental dan perundungan verbal, serta penelantaran (neglect) yang ditandai dengan kurangnya perlindungan dari orang dewasa. Temuan ini mengonfirmasi bahwa melalui gaya penceritaan, Zakariyā Tāmir menggunakan pengalaman tokoh anak sebagai medium untuk menyampaikan kritik tajam terhadap persoalan sosial dan tindakan represif dalam lingkungan kekuasaan.
The Role of Arabic Language Learning as a Means of Understanding the Qur’an at Pusdai West Java Muhammad Haritsah Rais; Mochamad Arvin Navarro; Muhammad Naufal Fadhlurrohman; Muhammad Ali Yasin; Muhamad Naufal Rizky; Iksan Nurhakim
Tadarus Tarbawy Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2025): Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkip.v7i2.15225

Abstract

Arabic language learning is one of the main focuses in Islamic education in Indonesia, especially in religious institutions such as the West Java Islamic Da'wah Center (Pusdai). This is due to the difficulty in understanding the contents of the Qur'an, which is still experienced by many people as a result of their limited command of Arabic. This study aims to analyze the role of Arabic language learning at the West Java Islamic Da'wah Center (Pusdai) as a means of understanding the Qur'an. The research uses a descriptive method with a qualitative approach and field research. Data was collected through observation, interviews, and documentation, involving teachers (ustadz/halaqoh mentors) and program managers as the main sources of data. Based on the results of the study, the learning process includes the delivery of theory (nadzoriyah), practical application (tathbiq), and the development of language skills (maharat), namely listening, speaking, reading, and writing. Arabic language learning activities at Pusdai West Java play an important role in improving participants' ability to read, write, and understand Arabic. These activities not only deepen participants' understanding of Arabic language structure but also help them accurately comprehend the meaning of Quranic verses, avoid misreadings, and appreciate the beauty of the revealed language. Thus, Arabic language learning in halaqah at Pusdai West Java has proven to be an effective means of strengthening religious understanding, fostering spiritual awareness, and building a closer connection with the Quran.