Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dari pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan alam, sosial, dan budaya. Dalam konteks masyarakat Sunda, hubungan manusia dengan hutan, lahan pertanian, air, dan sumber daya alam lainnya melahirkan berbagai pengetahuan lokal yang relevan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kearifan lokal Sunda dalam bidang kehutanan dan pertanian sebagai sumber pembelajaran, penguatan karakter, pelestarian budaya, serta pendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah buku, hasil penelitian, artikel jurnal, dokumen pemerintah, dan sumber akademik yang relevan. Salah satu bahan kajian utama adalah Ensiklopedia Ki Sunda: Kajian Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Sunda serta rangkaian kegiatan Maca Babarengan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal Sunda mengenai pengelolaan hutan, pertanian, air, dan lingkungan mengandung nilai ekologis, sosial, pendidikan, dan budaya. Konsep pembagian fungsi kawasan hutan, penghormatan terhadap alam, pengetahuan pertanian, gotong royong, serta pewarisan pengetahuan antargenerasi memiliki relevansi dengan pendidikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran dapat memperkuat keterhubungan peserta didik dengan lingkungan dan identitas budayanya. Oleh karena itu, dokumentasi, penelitian, dan implementasi kearifan lokal Sunda perlu dikembangkan secara kritis, kontekstual, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Copyrights © 2026