Kumpulan puisi Cangkit Den Bukit karya Komang Sujana menghadirkan berbagai persoalan kehidupan yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Persoalan tersebut menunjukkan adanya nilai-nilai Tri Hita Karana yang penting untuk dikaji sebagai bagian dari kekayaan sastra Bali modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai Tri Hita Karana dalam kumpulan puisi Cangkit Den Bukit karya Komang Sujana. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, sementara data yang dihimpun berupa kutipan-kutipan dari puisi yang berisikan nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dari hasil penelitian, nilai Parahyangan tampak dari keyakinan dan ketulusan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sementara itu, nilai Pawongan muncul dalam bentuk kasih sayang, sikap menghormati, dan rasa tanggung jawab di tengah kehidupan sosial. Adapun nilai Palemahan terlihat dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Ketiga ajaran itu berhubungan dengan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yang meliputi aspek tattwa, susila, dan upacara. Temuan penelitian menegaskan bahwa kumpulan puisi Cangkit Den Bukit tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga memuat nilai-nilai kehidupan yang relevan sebagai sumber pembelajaran sastra dan pembentukan karakter.
Copyrights © 2026