Inisiatif pemberdayaan ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola keuangan pengrajin tempe di Kelurahan Gunung Sulah melalui adopsi standarisasi pencatatan transaksi harian. Kendala utama yang ditemukan adalah dominasi manajemen informal yang menyebabkan ketidakpastian dalam penilaian laba bersih dan alokasi biaya operasional. Melalui pendekatan asistensi partisipatif, tim memfasilitasi lokakarya mengenai teknik pembukuan kas harian, kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP), serta edukasi pemisahan modal usaha dari dana domestik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi administratif mitra, di mana pelaku usaha kini mampu menyajikan informasi keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. Pendampingan ini membuktikan bahwa literasi keuangan merupakan instrumen krusial dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing sektor UMKM tempe lokal.
Copyrights © 2026