Pembelajaran anak usia dini perlu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan budaya anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi projek sains mini Dawet Ayu sebagai pembelajaran berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di TK PGRI Duren Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru, dan dokumentasi aktivitas projek. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa projek sains mini Dawet Ayu dilaksanakan melalui beberapa aktivitas eksploratif, yaitu mengenal bahan dan alat pembuatan Dawet Ayu, menggunting dan menempel gambar, membentuk tulisan “Dawet Ayu” menggunakan bahan loose part, melakukan simulasi memeras santan, meracik Dawet Ayu sederhana, serta bermain peran sebagai pembuat dan penyaji Dawet Ayu. Selama kegiatan berlangsung, anak menunjukkan keterlibatan aktif melalui aktivitas mengamati, berdiskusi, bekerja sama, mengomunikasikan pengalaman, serta menghasilkan karya kreatif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa projek sains mini Dawet Ayu menjadi konteks pembelajaran yang memungkinkan munculnya pengalaman belajar pada aspek kognitif, bahasa, motorik halus, kreativitas, dan sosial emosional anak, sekaligus mengenalkan identitas budaya lokal secara kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui aktivitas projek dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PAUD yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Copyrights © 2026