Imam Faizin
Institut Agama Islam Pemalang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Integrasi Keragaman Mazhab Fikih dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Tingkat Menengah: Perspektif Moderasi Beragama dan Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik Ahmad Zuhdi Belsan; Imam Faizin
As-Shiraj: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/as-shiraj.v1i1.189

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan peserta didik yang moderat, toleran, dan mampu menghadapi keberagaman. Salah satu tantangan pembelajaran fikih adalah masih terbatasnya pemahaman terhadap keragaman mazhab sebagai bagian dari tradisi intelektual Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi keragaman mazhab fikih dalam kurikulum PAI tingkat menengah dalam perspektif moderasi beragama dan penguatan sikap toleransi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur fikih, dokumen kurikulum, buku pendidikan Islam, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi keragaman mazhab fikih dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis, sikap menghargai perbedaan, dan karakter moderat peserta didik. Implementasinya dapat dilakukan melalui pendekatan historis, komparatif, dialogis, dan kontekstual sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
Pola Asuh dan Pembentukan Identitas Akademik Anak dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Winda Wiranti; Imam Faizin
Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora (JHUSUM) Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jhusum.v1i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual hubungan antara pola asuh dan pembentukan identitas akademik anak dalam perspektif sosiologi pendidikan. Berbasis metode library research, kajian ini menggunakan buku akademik dan artikel ilmiah untuk mensintesis gagasan mengenai pola asuh sebagai praktik sosial, transmisi modal budaya, serta internalisasi habitus akademik dalam keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh tidak dapat dipahami semata sebagai gaya interaksi psikologis, melainkan sebagai mekanisme sosial yang mentransmisikan nilai, norma, dan orientasi pendidikan yang terstruktur oleh posisi sosial keluarga. Identitas akademik terbentuk melalui proses interaksi simbolik dan internalisasi disposisi yang selaras atau tidak selaras dengan budaya sekolah. Transmisi modal budaya berperan penting dalam membangun rasa percaya diri, aspirasi pendidikan, dan persepsi diri anak sebagai subjek akademik. Kajian ini juga menegaskan bahwa identitas akademik berada dalam dialektika antara reproduksi ketimpangan sosial dan potensi transformasi melalui agensi individu. Dengan demikian, analisis sosiologis terhadap pola asuh memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika pembentukan identitas akademik dan implikasinya terhadap ketimpangan pendidikan.
Analisis Psikologis Pengaruh Transformasi Digital terhadap Perkembangan Sosial dan Kognitif Anak Usia Dini Imam Faizin
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara psikologis pengaruh transformasi digital terhadap perkembangan sosial dan kognitif anak usia dini di RA Nurul Ilmi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian terdiri atas anak usia 4–6 tahun, orang tua, dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak multidimensional. Pada aspek sosial, paparan digital yang tinggi berkaitan dengan kecenderungan aktivitas individual dan tantangan dalam keterampilan berbagi serta kerja sama. Pada aspek regulasi emosi, penggunaan perangkat digital sebagai alat distraksi berpotensi memengaruhi kemampuan pengelolaan emosi secara mandiri. Sementara itu, dalam aspek kognitif, teknologi digital berkontribusi pada peningkatan kosakata dan pengenalan konsep akademik dasar, namun berpotensi memengaruhi perhatian berkelanjutan apabila digunakan secara berlebihan. Temuan ini menegaskan bahwa dampak transformasi digital bersifat kontekstual dan sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan serta pola pendampingan orang tua.
Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Verbal Bullying pada Siswa di SD Negeri 1 Pematang Tahalo Siti Khasanah Melia; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai bentuk-bentuk perilaku perundungan verbal serta strategi guru dalam mengatasinya pada siswa di SD Negeri 1 Pematang Tahalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perundungan verbal yang kerap terjadi meliputi pencemoohan kondisi fisik, pemberian julukan atau nama panggilan buruk, pencatutan nama orang tua, serta ancaman dan intimidasi lisan. Perilaku menyimpang ini dipicu oleh faktor internal berupa rendahnya regulasi emosi dan pemahaman moral siswa, serta faktor eksternal seperti kurangnya pengawasan keluarga, pola asuh yang kurang harmonis, dan pengaruh buruk kelompok sebaya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan strategi preventif melalui penguatan pendidikan karakter, intervensi persuasif dan restoratif melalui dialog, peningkatan pengawasan serta manajemen kelas pada jam rawan, serta pembangunan kemitraan kolaboratif yang intensif dengan orang tua siswa di rumah.
Penerapan Metode Suku Kata Berbantuan Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Kelas I Dian Budhiarti; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.206

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Muhammadiyah 15 Surabaya yang disebabkan oleh dominannya pembelajaran konvensional dan minimnya variasi media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik melalui penerapan metode suku kata yang dikombinasikan dengan penggunaan media kartu kata bergambar. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada model spiral Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, pada tahap pra-siklus tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa hanya mencapai 50% dengan nilai rata-rata kelas yang rendah. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase ketuntasan klasikal meningkat menjadi 73,08% dengan nilai rata-rata kelas 83,96. Angka tersebut kemudian mengalami lonjakan yang sangat signifikan pada akhir Siklus II, di mana tingkat ketuntasan belajar klasikal berhasil mencapai 88,46% dengan perolehan nilai rata-rata kelas menembus angka 90, yang sekaligus telah melampaui target indikator keberhasilan minimal sebesar 80%. Selain peningkatan aspek kognitif berupa penguasaan keterampilan membaca permulaan, penerapan kombinasi metode suku kata dan media kartu kata bergambar ini juga terbukti mampu mengubah suasana kelas menjadi jauh lebih interaktif, menyenangkan, serta mampu mendongkrak keaktifan dan rasa percaya diri siswa secara optimal.
Rekontruksi Kurikukulum PAI di Era Generasi Alpha: Menjawab Tantangan Disrupsi Digital Riska Nana Fhadila; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.209

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang urgensi rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna menjawab tantangan disrupsi digital di era Generasi Alpha. Generasi Alpha yang lahir dan tumbuh berdampingan secara penuh dengan teknologi digital, internet, serta kecerdasan buatan memiliki karakteristik berpikir serba cepat, visual, dan instan. Kondisi ini menciptakan jurang pemisah yang tajam dengan model pembelajaran PAI konvensional yang masih bersifat satu arah, tekstual, dan monoton, sehingga berpotensi membuat pendidikan agama kehilangan relevansi spiritualnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), studi ini menganalisis literatur terkait dinamika pendidikan Islam kontemporer, karakteristik psikososial Generasi Alpha, serta literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI merupakan suatu keniscayaan mutlak untuk memperbarui metodologi pembelajaran, orientasi pedagogis, dan sistem evaluasi secara holistik tanpa mengubah prinsip dasar akidah dan syariat Islam. Pembaruan ini mencakup integrasi materi akhlak siber (cyber-akhlaq) dan literasi digital, seperti penerapan prinsip tabayyun dan hifdzul 'irdh, untuk membekali peserta didik dengan saringan internal berupa kesadaran pengawasan Allah SWT (muraqabatullah) di ruang virtual. Selain itu, peran guru agama ditransformasikan dari sekadar sumber informasi tunggal menjadi fasilitator, mentor moral, dan kurator digital. Melalui rekonstruksi kurikulum yang komprehensif, PAI diharapkan mampu mencetak generasi muda Muslim yang tidak hanya cakap dan terampil memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki keteguhan akidah, kedalaman spiritual, serta keluhuran budi pekerti dalam menghadapi dinamika peradaban global.
Manajemen Pelaksanaan Program Tahsin Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Al-Amanah Ciputat Tangerang Selatan Irmayanti; Ahmad Hamid; Imam Faizin
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pelaksanaan program tahsin Al-Qur'an di SD Islam Al-Amanah Ciputat Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program tahsin Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program tahsin telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan program, penetapan tujuan, jadwal, dan pembagian tugas guru. Pengorganisasian dilaksanakan dengan pembentukan struktur pengelola serta pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur'an. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara sistematis melalui bimbingan langsung menggunakan metode tahsin yang sesuai, sedangkan pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi berkala. Keberhasilan program didukung oleh komitmen sekolah, kompetensi guru, serta sistem pembelajaran yang terstruktur, sedangkan hambatan utama meliputi perbedaan kemampuan awal peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum optimalnya pendampingan orang tua. Penerapan fungsi manajemen secara terpadu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik.