Imam Faizin
Institut Agama Islam Pemalang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Keragaman Mazhab Fikih dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Tingkat Menengah: Perspektif Moderasi Beragama dan Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik Ahmad Zuhdi Belsan; Imam Faizin
As-Shiraj: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan peserta didik yang moderat, toleran, dan mampu menghadapi keberagaman. Salah satu tantangan pembelajaran fikih adalah masih terbatasnya pemahaman terhadap keragaman mazhab sebagai bagian dari tradisi intelektual Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi keragaman mazhab fikih dalam kurikulum PAI tingkat menengah dalam perspektif moderasi beragama dan penguatan sikap toleransi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur fikih, dokumen kurikulum, buku pendidikan Islam, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi keragaman mazhab fikih dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis, sikap menghargai perbedaan, dan karakter moderat peserta didik. Implementasinya dapat dilakukan melalui pendekatan historis, komparatif, dialogis, dan kontekstual sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
Pola Asuh dan Pembentukan Identitas Akademik Anak dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Winda Wiranti; Imam Faizin
Jhusum: Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual hubungan antara pola asuh dan pembentukan identitas akademik anak dalam perspektif sosiologi pendidikan. Berbasis metode library research, kajian ini menggunakan buku akademik dan artikel ilmiah untuk mensintesis gagasan mengenai pola asuh sebagai praktik sosial, transmisi modal budaya, serta internalisasi habitus akademik dalam keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh tidak dapat dipahami semata sebagai gaya interaksi psikologis, melainkan sebagai mekanisme sosial yang mentransmisikan nilai, norma, dan orientasi pendidikan yang terstruktur oleh posisi sosial keluarga. Identitas akademik terbentuk melalui proses interaksi simbolik dan internalisasi disposisi yang selaras atau tidak selaras dengan budaya sekolah. Transmisi modal budaya berperan penting dalam membangun rasa percaya diri, aspirasi pendidikan, dan persepsi diri anak sebagai subjek akademik. Kajian ini juga menegaskan bahwa identitas akademik berada dalam dialektika antara reproduksi ketimpangan sosial dan potensi transformasi melalui agensi individu. Dengan demikian, analisis sosiologis terhadap pola asuh memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika pembentukan identitas akademik dan implikasinya terhadap ketimpangan pendidikan.
Analisis Psikologis Pengaruh Transformasi Digital terhadap Perkembangan Sosial dan Kognitif Anak Usia Dini Imam Faizin
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara psikologis pengaruh transformasi digital terhadap perkembangan sosial dan kognitif anak usia dini di RA Nurul Ilmi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian terdiri atas anak usia 4–6 tahun, orang tua, dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak multidimensional. Pada aspek sosial, paparan digital yang tinggi berkaitan dengan kecenderungan aktivitas individual dan tantangan dalam keterampilan berbagi serta kerja sama. Pada aspek regulasi emosi, penggunaan perangkat digital sebagai alat distraksi berpotensi memengaruhi kemampuan pengelolaan emosi secara mandiri. Sementara itu, dalam aspek kognitif, teknologi digital berkontribusi pada peningkatan kosakata dan pengenalan konsep akademik dasar, namun berpotensi memengaruhi perhatian berkelanjutan apabila digunakan secara berlebihan. Temuan ini menegaskan bahwa dampak transformasi digital bersifat kontekstual dan sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan serta pola pendampingan orang tua.