Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pencegahan dapat dilakukan melalui SDIDTK secara rutin, namun pelaksanaannya di Posyandu belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader serta orang tua dalam melakukan deteksi perkembangan balita menggunakan KPSP. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta orang tua balita dalam melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan orang tua balita adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung penggunaan KPSP kepada 55 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan ibu balita. Evaluasi keterampilan dilakukan melalui observasi praktik menggunakan lembar checklist. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta orang tua setelah mengikuti edukasi dan pelatihan. Hasil evaluasi terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 49,60 poin, atau sekitar 111,1% dibandingkan skor awal dan rata-rata keterampilan meningkat dari 50,0% menjadi 90,0%, atau mengalami peningkatan sebesar 40,0%. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan pelatihan dinilai berhasil meningkatkan kemampuan kader dan orang tua dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan KPSP.Abstract: Stunting remains a public health problem in Indonesia, affecting children's growth and development. Prevention can be carried out through SDIDTK regularly, but its implementation at Posyandu is not optimal due to limited knowledge and skills of cadres and parents in detecting toddler development using KPSP. The service aims to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres and parents of toddlers in carrying out Early Growth and Development Detection (DDTK) as an effort to prevent stunting. The methods used to measure the level of knowledge and skills of Posyandu cadres and parents of toddlers were lectures, discussions, demonstrations, simulations, and direct practice in using KPSP to 55 participants consisting of Posyandu cadres and mothers of toddlers. Skill evaluation is conducted through practical observations using a checklist. Indicators for the success of activities are determined based on the increase in knowledge and skills of cadres and parents after attending education and training. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score of 49.60 points, or around 111.1% compared to the initial score, and the average skill increased from 50.0% to 90.0%, or an increase of 40.0%. Thus, education and training activities are considered successful in increasing the ability of cadres and parents in carrying out early detection of toddler growth and development using KPSP.
Copyrights © 2026