Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANGTUA TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Matje Meriaty Huru; Kamilus Mamoh; Jane Leo Mangi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.807

Abstract

Latar Belakang: Stimulasi perkembangan sangat penting dilakukan oleh orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, karena anak yang menerima banyak stimulasi perkembangannya lebih cepat dari pada anak yang kurang atau tidak mendapatkan stimulasi perkembangan. Semakin cepat dan semakin lama dilakukannya stimulasi perkembangan pada anak, semakin besar manfaat bagi perkembangan anak. Sebagian besar orang tua belum mengetahui dan melakukan stimulasi perkembangan pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orang tua tentang stimulasi perkembangan dengan perkembangan anak prasekolah  di desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dalam penelitian ini semua orang tua dan anak prasekolah di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang sebanyak 84 responden dengan pengambilan sampel  menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.  Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang stimulasi perkembangan dengan perkembangan anak prasekolah (p=0,017), ada hubungan yang signifikan antara sikap orang tua tentang stimulasi perkembangan  dengan perkembangan anak prasekolah  (p=0,011). Saran: Diharapkan kepada kader posyandu dan bidan setempat agar melakukan pertemuan berkala dengan orangtua untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan dan simulasi pemberian stimulasi balita. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Stimulasi Perkembangan 
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI Matje Meriaty Huru; Serlyansie Boimau; Hasri Yulianti; Adriana Boimau
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11085

Abstract

Abstrak: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) ditunjukkan dengan program penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil, dengan tujuan untuk meningkatkan peran kader posyandu dalam program perencanaan proses persalinan dan pencegahan komplikasi. Kurangnya pemahaman kader posyandu tentang P4K dan belum adanya penempelen stiker P4K dirumah ibu hamil. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang P4K dan memotivasi kader posyandu untuk menempel stiker P4K dirumah ibu hamil. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu melalui penyuluhan dan praktikum cara pengisian stiker P4K. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebanyak 20 orang dari 4 posyandu yang berada di Desa Penfui Timur. Evaluasi pengetahuan dengan post-test sedangkan untuk ketrampilan melalui observasi dengan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang P4K dari 35% menjadi 100% dan ketrampilan memberikan penyuluhan dan pengisian stiker P4K dari 30% menjadi 95% serta telah dilakukan penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil.Abstract: The Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) Program is shown by a P4K sticker pasting program in each pregnant woman's home, with the aim of posyandu cadres in labor planing programs and complications. The lack of understanding of posyandu cadres about P4K and the absence of P4K stickers in pregnant women's homes. The purpose of the service is to increase the knowledge of posyandu cadres about P4K and motivate posyandu cadres to stick P4K stickers in the homes of pregnant women. The method used to measure the level of knowledge and skills of posyandu cadres through counseling and practicum on how to fill P4K stickers. Partners in this activity are Kader Posyandu as many as 20 people from 4 posyandu located in East Penfui Village. Evaluation of knowledge with post-test while for skills through observation with observation sheets. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of posyandu cadres about P4K from 35% to 100% and the skills of providing counseling and filling P4K stickers from 30% to 95% and had P4K stickers are pasted in every pregnant woman's house.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN BUKU KIA OLEH ORANG TUA DAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG PADA BALITA Matje Meriaty Huru; Jane Leo Mangi; Adriana Boimau; Kamilus Mamoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10445

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan Buku KIA oleh orang tua untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak salah satunya dalam stimulasi dan pemantauan perkembangan anak. Deteksi dini dengan SDIDTK sangat diperlukan untuk mengetahui gangguan perkembangan secara dini sehingga dilakukan penanganan sedini mungkin. Tujuan Pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orangtua dan kader posyandu untuk memanfaatkan buku KIA dalam melakukan SDIDTK. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dan orang tua balita melalui penyuluhan dan praktikum. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebanyak 20 orang dari 4 posyandu yang berada di Desa Penfui Timur dan orangtua balita. Evaluasi pengetahuan dengan post-test sedangkan untuk ketrampilan melalui observasi dengan kuesioner. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu dan orang tua balita tentang SDIDTK dari 35% menjadi 100% dan peningkatan ketrampilan dari 20% menjadi 85%.Abstract: The use of MCH Books by parents to improve maternal and child health, one of which is in the stimulation and monitoring of child development. Early detection with SDIDTK is very necessary to find out developmental disorders early so that treatment is carried out as early as possible. The purpose of the service is to improve the knowledge and skills of parents and posyandu cadres to utilize MCH books in conducting SDIDTK. The method used to measure the level of knowledge and skills of posyandu cadres and parents of toddlers through counseling and practicum. Partners in this activity are Posyandu Cadres as many as 20 people from 4 posyandu located in East Penfui Village and parents of toddlers. Evaluation of knowledge by post-test while for skills through observation with questionnaires. The results of the assessment showed that there was an increase in the knowledge of posyandu cadres and parents of toddlers about SDIDTK from 35% to 100% and an increase in skills from 20% to 85%.
PEMERIKSAAN KEHAMILAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH STUNTING DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Matje Meriaty Huru; Hasri Yulianti; Diyan Maria Kristin; Agustina Abuk Seran; Kamilus Mamoh; Jane Leo Mangi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12761

Abstract

Abstrak: Pencegahan stunting dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Pada saat ibu hamil datang untuk memeriksakan kehamilannya, dapat diberikan berbagai informasi dan edukasi yang berkaitan dengan kehamilan dan persiapan persalinan sedini mungkin sehingga dapat mengurangi angka kejadian stunting. Masih ada ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur dan pencegahan stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan. Metode kegiatan dengan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pemeriksaan kehamilan. Mitra kegiatan adalah ibu hamil sebanyak 10 orang bertempat di Kapela MBR Kupang. Evaluasi pengetahuan dengan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 20 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 35,0±3,33 dan rata-rata skor post-test adalah 95,0±4.08 Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan (p=0,000; α < 0,05). Abstract: Stunting prevention is carried out from the first 1000 days of life by conducting regular pregnancy check-ups.When pregnant women come to have their health checked, they can be givenvarious information and education related to pregnancy and preparation for childbirth as early as possible so as to reduce the incidence of stunting. There are still pregnant women who do not do regular pregnancy checkups and never even do check-ups during pregnancy. The purpose of the service is to increase the knowledge of pregnant women about the importance of regular pregnancy check-ups and stunting prevention in the first 1000 days of life. Activity method with counseling on stunting prevention and pregnancy checkup. The activity partners are 10 pregnant women located in Kapela MBR Kupang. Evaluation of knowledge with a questionnaire pre-test and post-test of 20 questions. The results of the activity showed that there was a difference in the average pre-test score was 35.0±3.33 and the average post-test score was 95.0±4.08. The results of statistical tests showed that there was a significant increase in the knowledge of pregnant women after counseling (p = 0.000; α < 0.05).  
Pemanfaatan Buku KIA oleh Orangtua untuk Pemantauan Kesehatan Bayi Balita di Desa Penfui Timur Matje Meriaty Huru
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14142

Abstract

The low knowledge and attitude of parents about the benefits of the MCH handbook is an obstacle in the utilization of maternal and child health services. This study aimed to determine the utilization of the MCH handbook by parents to monitor the health of infants under five. This study applied a cross-sectional design. This study involved 156 parents of toddlers living in East Penfui Village, who were selected using a proportional random sampling technique. The independent variables were the knowledge and attitude of parents, while the dependent variable was the use of the MCH handbook. Data collection was done through filling out a questionnaire. Data were analyzed by Chi-square test. The results of the analysis showed that the value was 0.006 for the knowledge factor and 0.000 for the attitude factor. Furthermore, it was concluded that there was a significant relationship between knowledge and attitudes of parents and the use of the MCH handbook for monitoring the health of infants under five.Keywords: utilization of the MCH handbook; monitoring the health of infants under five; knowledge; attitude ABSTRAK Rendahnya pengetahuan dan sikap orangtua tentang manfaat buku KIA menjadi kendala dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan buku KIA oleh orangtua untuk memantau kesehatan bayi balita. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 156 orangtua balita yang berdomisili di Desa Penfui Timur, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap orangtua, sedangkan variabel dependen yaitu pemanfaatan buku KIA. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai adalah 0,006 untuk faktor pengetahuan dan 0,000 untuk sikap. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap orangtua dengan pemanfaatan buku KIA untuk pemantauan kesehatan bayi balita.Kata kunci: pemanfaatan buku KIA; pemantauan kesehatan bayi balita; pengetahuan; sikap
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN ORANG TUA ASUH ANAK STUNTING DALAM PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN STUNTING Matje Meriaty Huru; Kamilus Mamoh; Jane Leo Mangi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17638

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kekurangan gizi kronis pada anak balita yang menyebabkan gagal tumbuh yang terjadi sejak awal kehidupan sampai umur 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) yang disebabkan karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurung waktu yang lama dan adanya infeksi berulang. Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14 persen pada tahun 2024. Salah satu upaya melalui gerakan orang tua asuh anak stunting (OTA2S). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam pencegahan dan penatalaksanaan stunting. Metode yang digunakan melalui penyuluhan dan pemberian makanaan tambahan bagi balita stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebayak 24 orang, orangtua dan balita stunting sebanyak 38 orang yang berada di Kelurahan Liliba. Evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Keberhasilan pemberian makanan tambahan dilakukan pemeriksaan antropometri setiap bulan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 40,3,0±13,57 dan rata-rata skor post-test adalah 95,0±8,04. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu dan orangtua balita yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan (p=0,000; α < 0,05) dan adanya kenaikan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan pada balita setelah mendapatkan pemberian makanan tambahan selama 90 hari.Abstract: Stunting is chronic malnutrition in children under five that causes failure to thrive that occurs from the beginning of life to the age of 2 years (First 1000 Days of Life) caused by lack of nutritious food intake that is not in accordance with nutritional needs in long time brackets and repeated infections. Indonesia targets the stunting rate to decrease to 14 percent by 2024. One of the efforts is through the stunting child foster parent movement (OTA2S). The purpose of this activity is to improve the knowledge of posyandu cadres in stunting prevention and management. The method used is through counseling and supplementary feeding for stunted toddlers. Partners in this activity are 24 Posyandu cadres, 38 stunted parents and toddlers in Liliba Village. Evaluation of knowledge using pre-test and post-test questionnaires. The success of supplementary feeding is carried out anthropometric examination every month. The assessment results showed that there was a difference in the average pre-test score was 40.3.0±13.57 and the average post-test score was 95.0±8.04. The results of statistical tests showed that there was a significant increase in knowledge of posyandu cadres and parents of toddlers after counseling (p = 0.000; α < 0.05) and an increase in weight, height and arm circumference in toddlers after receiving additional feeding for 90 days.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KADER POSYANDU DAN IBU BALITA DALAM GERAKAN OTA2S SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BALITA STUNTING Kamilus Mamoh; Ignasensia Dua Mirong; Matje Meriaty Huru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19815

Abstract

Abstrak: Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Penyebab utamanya asupan gizi, terdapat faktor multidimensi yang menyebabkan stunting diantaranya praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk antenatal care, kurangnya akses kemakanan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Gerakan OTA2S merupakan program yang telah terbukti efektif dalam mencegah stunting pada balita. Untuk berhasil dalam gerakan ini, peran kelompok kader Posyandu dan ibu balita sangat krusial. Tujuan kegiatan ini Meningkatkan pemahaman dan keterampilan kelompok kader posyandu serta ibu balita dalam Gerakan OTA2S Sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting Di Kelurahan Liliba. Metode yang digunakan melalui penyuluhan dan pemberian makanaan tambahan bagi balita stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebanyak 24 orang dan orangtua balita stunting di Kelurahan Liliba sebanyak 38 orang. Evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 20 soal. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 45,0±6,43 dan rata-rata skor post-test adalah 96,0±4,23. Adanya kenaikan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan pada balita setelah mendapatkan pemberian makanan tambahan selama 90 hari.Abstract: Stunting can occur as a result of malnutrition, especially in the first 1000 days of life. The main causes of nutritional intake, there are multidimensional factors that cause stunting including poor parenting practices, limited health services including antenatal care, lack of access to nutritious food, lack of access to clean water and sanitation. The OTA2S movement is a program that has proven effective in preventing stunting in toddlers. To succeed in this movement, the role of the Posyandu cadre group and mothers of toddlers is crucial. The purpose of this activity is to increase the understanding and skills of posyandu cadres and mothers of toddlers in the OTA2S Movement as an effort to prevent stunting toddlers in Liliba Village. The method used is through counseling and supplementary feeding for stunted toddlers. Partners in this activity are 24 Posyandu cadres and 38 parents of stunting toddlers in Liliba Village. Evaluation of knowledge using pre-test and post-test questionnaires of 20 questions. The assessment results showed that the difference in the average pre-test score was 45.0±6.43 and the average post-test score was 96.0±4.23. There is an increase in weight, height and arm circumference in toddlers after getting additional feeding for 90 days.  
GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MELALUI EDUKASI INTERVENSI GIZI SPESIFIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Bergita Ema; Christin Inriati Rambu Podu; Maria Etwinda Juwita; Veronika Verena Tobi; Maria Angelina Ale; Sofiana Sugi; Maria Yasintha Kae; Merlin Mariana Napa; Eunike Chintya Ga Tima; Matje Meriaty Huru; Serlyansie Boimau; Mariana Ngundju Awang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20039

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dimana tinggi badan lebih rendah atau pendek dari standar usianya (Z-scorenya <-2 SD). Kurangnya informasi tentang kesehatan pada masa kehamilan dan setelah melahirkan berdampak langsung terhadap pengetahuan gizi ibu dan berdampak tidak langsung terhadap status gizi balita. Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencegah dan menangani stunting melalui edukasi gizi untuk meningkatkan asupan pada 1000 HPK yaitu asupan gizi pada masa prenatal dan postnatal sampai bayi berumur dua tahun mempunyai pengaruh yang baik terhadap tumbuh kembang bayi. Metode kegiatan dengan edukasi, pemeriksaan kehamilan, screening tumbuh kembang balita. Mitra kegiatan adalah WUS sebanyak 5 orang, ibu hamil sebanyak 5 orang dan orangtua balita sebanyak 25 orang bertempat di Aula Kantor Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Evaluasi pengetahuan dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan rata-rata skor pre-test sebesar 60,2±11,17 dan rata-rata skor post-test sebesar 96,2±4,26.Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem that occurs for a long time, resulting in impaired growth and development in children whose height is lower or shorter than their age standard (Z-score is <-2 elementary school). The lack of information about health during pregnancy and after childbirth has a direct impact on maternal nutritional knowledge and has an indirect impact on the nutritional status of toddlers. Increasing knowledge and attitudes of mothers in preventing and handling stunting through nutrition education to increase intake at 1000 HPK, namely nutritional intake in the prenatal and postnatal periods until the baby is two years old has a good influence on infant growth and development. Method of activities with education, pregnancy checks, screening of toddler growth and development. The activity partners are 5 WUS, 5 pregnant women and 25 parents of toddlers located at the East Penfui Village Office Hall, Central Kupang District, Kupang Regency. Evaluation of knowledge with pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed a difference in the average pre-test score of 60.2±11.17 and the average post-test score of 96.2±4.26.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM MELAKUKAN SKRINING PERKEMBANGAN ANAK USIA 0-6 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN Matje Meriaty Huru; Kamilus Mamoh; Agustina Abuk Seran; Mariana Ngundju Awang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26478

Abstract

Abstrak: Kehidupan seorang anak lima tahun pertama merupakan masa kritis perkembangan karena pada masa ini terbentuknya dasar-dasar kepribadian manusia, kemampuan pengindraan, berpikir, ketrampilan berbahasa, berbicara, bertingkah laku sosial dan sebagainya. Untuk mengurangi masalah perkembangan, penting untuk dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin yaitu dengan melakukan deteksi dini perkembangan. Pada tingkat Posyandu kader kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan skrining perkembangan. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader Kesehatan dalam melakukan Skrining perkembangan Anak Usia 0-6 tahun dengan menggunakan KPSP di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan melalui penyuluhan dan demostrasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan sebayak 10 orang. Evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner post-test sedangkan untuk ketrampilan kader kesehatan dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 44,0±6,58 dan rata-rata skor post-test adalah 94,1±3,98. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test: 44,0 (SD=6,58) dan post-test: 94,1 (SD=3,98). Terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan setelah dilakukan penyuluhan (p=0,000;α< 0,05). Keterampilan kader mengalami peningkatan dari 40% menjadi 100%.Abstract: The life of a child in the first five years is a critical period of development because during this period the basics of human personality, the ability to sense, think, language skills, speech, social behavior and so on are formed. To reduce developmental problems, it is important to make preventive efforts as early as possible, namely by conducting early detection of development. At the Posyandu level, health cadres have an important role in conducting developmental screening. The purpose of the activity is to improve the knowledge and skills of health cadres in conducting developmental screening for children aged 0-6 years using KPSP in Oelnasi Village, Central Kupang District, Kupang Regency. The method used is through counseling and demonstrations. Partners in this activity are health cadres of 10 people. Knowledge evaluation uses a post-test questionnaire while for the skills of health cadres using observation sheets. The assessment results showed that there was a difference in the average score of the pre-test: 44.0 (SD=6.58) and post-test: 94.1 (SD=3.98). There was an increase in the knowledge of health cadres after counseling (p=0.000; α< 0,05). Cadre skills have increased from 40% to 100%.