Mariana Ngundju Awang
Jurusan Kebidanan, Poltekes Kemenkes Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MELALUI EDUKASI INTERVENSI GIZI SPESIFIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Bergita Ema; Christin Inriati Rambu Podu; Maria Etwinda Juwita; Veronika Verena Tobi; Maria Angelina Ale; Sofiana Sugi; Maria Yasintha Kae; Merlin Mariana Napa; Eunike Chintya Ga Tima; Matje Meriaty Huru; Serlyansie Boimau; Mariana Ngundju Awang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20039

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dimana tinggi badan lebih rendah atau pendek dari standar usianya (Z-scorenya <-2 SD). Kurangnya informasi tentang kesehatan pada masa kehamilan dan setelah melahirkan berdampak langsung terhadap pengetahuan gizi ibu dan berdampak tidak langsung terhadap status gizi balita. Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencegah dan menangani stunting melalui edukasi gizi untuk meningkatkan asupan pada 1000 HPK yaitu asupan gizi pada masa prenatal dan postnatal sampai bayi berumur dua tahun mempunyai pengaruh yang baik terhadap tumbuh kembang bayi. Metode kegiatan dengan edukasi, pemeriksaan kehamilan, screening tumbuh kembang balita. Mitra kegiatan adalah WUS sebanyak 5 orang, ibu hamil sebanyak 5 orang dan orangtua balita sebanyak 25 orang bertempat di Aula Kantor Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Evaluasi pengetahuan dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan rata-rata skor pre-test sebesar 60,2±11,17 dan rata-rata skor post-test sebesar 96,2±4,26.Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem that occurs for a long time, resulting in impaired growth and development in children whose height is lower or shorter than their age standard (Z-score is <-2 elementary school). The lack of information about health during pregnancy and after childbirth has a direct impact on maternal nutritional knowledge and has an indirect impact on the nutritional status of toddlers. Increasing knowledge and attitudes of mothers in preventing and handling stunting through nutrition education to increase intake at 1000 HPK, namely nutritional intake in the prenatal and postnatal periods until the baby is two years old has a good influence on infant growth and development. Method of activities with education, pregnancy checks, screening of toddler growth and development. The activity partners are 5 WUS, 5 pregnant women and 25 parents of toddlers located at the East Penfui Village Office Hall, Central Kupang District, Kupang Regency. Evaluation of knowledge with pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed a difference in the average pre-test score of 60.2±11.17 and the average post-test score of 96.2±4.26.
PEMBERDAYAAN KADER DAN ORANGTUA MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Matje Meriaty Huru; Agustina Abuk Seran; Mariana Ngundju Awang; Odi L. Namangdjabar; Maria Florentina Nining Kosad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.41277

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pencegahan dapat dilakukan melalui SDIDTK secara rutin, namun pelaksanaannya di Posyandu belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader serta orang tua dalam melakukan deteksi perkembangan balita menggunakan KPSP. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta orang tua balita dalam melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan orang tua balita adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung penggunaan KPSP kepada 55 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan ibu balita. Evaluasi keterampilan dilakukan melalui observasi praktik menggunakan lembar checklist. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta orang tua setelah mengikuti edukasi dan pelatihan. Hasil evaluasi terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 49,60 poin, atau sekitar 111,1% dibandingkan skor awal dan rata-rata keterampilan meningkat dari 50,0% menjadi 90,0%, atau mengalami peningkatan sebesar 40,0%. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan pelatihan dinilai berhasil meningkatkan kemampuan kader dan orang tua dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan KPSP.Abstract: Stunting remains a public health problem in Indonesia, affecting children's growth and development. Prevention can be carried out through SDIDTK regularly, but its implementation at Posyandu is not optimal due to limited knowledge and skills of cadres and parents in detecting toddler development using KPSP. The service aims to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres and parents of toddlers in carrying out Early Growth and Development Detection (DDTK) as an effort to prevent stunting. The methods used to measure the level of knowledge and skills of Posyandu cadres and parents of toddlers were lectures, discussions, demonstrations, simulations, and direct practice in using KPSP to 55 participants consisting of Posyandu cadres and mothers of toddlers. Skill evaluation is conducted through practical observations using a checklist. Indicators for the success of activities are determined based on the increase in knowledge and skills of cadres and parents after attending education and training. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score of 49.60 points, or around 111.1% compared to the initial score, and the average skill increased from 50.0% to 90.0%, or an increase of 40.0%. Thus, education and training activities are considered successful in increasing the ability of cadres and parents in carrying out early detection of toddler growth and development using KPSP.