Sistem keamanan konvensional seperti alarm dan kunci ganda biasanya hanya memberikan peringatan lokal dan tidak dapat memberikan informasi visual dan lokasi kendaraan secara real-time kepada pemilik. Sebaliknya, pencurian dan pembegalan kendaraan bermotor masih menjadi masalah keamanan. Dalam kebanyakan kasus, sistem pemantauan kendaraan menjalankan tugas deteksi, pemantauan visual, dan pelacakan lokasi secara terpisah. Akibatnya, ada keterbatasan dalam menggabungkan ketiga fungsi ini ke dalam satu sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem pemantauan keamanan kendaraan berbasis IoT yang menggabungkan deteksi objek, dokumentasi visual, dan pelacakan lokasi berbasis GPS dengan API Bot Telegram sebagai media notifikasi jarak jauh. Identifikasi kebutuhan, perancangan prototipe, integrasi perangkat lunak dan perangkat keras, implementasi, dan pengujian fungsional adalah bagian dari metodologi eksperimen dan prototipe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor ultrasonik HC-SR04, modul GPS Neo-6M, ESP32-CAM OV2640, dan API Telegram Bot terintegrasi dalam sistem. Sensor dapat mendeteksi objek dari jarak 100 cm, tetapi tidak dapat mendeteksi objek dari jarak 120 cm. Waktu pengiriman notifikasi Telegram adalah 4,2–5,4 detik, dengan rata-rata waktu respons adalah 4,775 detik, dan standar deviasi adalah 0,45 detik lebih sedikit daripada yang lain. Fokus utama penelitian ini adalah prototipe sistem keamanan berbasis IoT yang memanfaatkan deteksi otomatis, bukti visual, dan informasi lokasi kendaraan untuk memberikan informasi keamanan kendaraan kepada pengguna melalui Telegram.
Copyrights © 2026